Oleh: psikologi2009 | Desember 17, 2012

PSIKOLOGI: Orang Membeli Kendaraan Pribadi Karena Faktor Status Sosial

FACEBOOK-PsikologiOrangMembeliKendaraanPribadiKarenaFaktorStatusSosial

KEMACETAN lalu lintas di Jakarta dikarenakan pertambahan kendaraan ibarat deret ukur sedangkan penambahan jalan ibarat deret hitung. Di mana titik temunya? Tidak ada. Pertambahan jumlah mobil dan motor berkembang begitu sangat pesatnya. Apa sih sebenarnya alasan orang membeli kendaraan pribadi? Apakah karena kurangnya transportasi umum yang memadai (murah,nyaman dan aman)?

Ada beberapa alasan orang membeli kendaraan pribadi

1.Alasan praktis

Bisa mengendarai kendaraan pribadi dari rumah langsung ke tempat tujuan. Sedangkan kalau memakai kendaraan umum harus berkali-kali pindah kendaraan dan terasa tidak praktis.

2.Alasan kecepatan

Dengan mengendarai kendaraan pribadi, jika melewati jalan yang tidak macet terasa lebih cepat. Sedangkan naik kendaraan umum seringkali berhenti untuk mencari penumpang.

3.Harga terjangkau

Harga kendaraan pribadi tergolong terjangkau, apalagi ada sistem kredit.

4.Kenyamanan

Naik mobil pribadi lebih nyaman karena bisa santai, mendengarkan musik, full AC dan segudang fasilitas kenyamanan lainnya. Di dalam kendaraan umum fasilitasnya sangat terbatas. Jika ada AC, penumpang tidak bisa mengatur suhu AC.Jika ada musik, bukan musik pilihan penumpang tapi sesuai selera pengemudi. Walaupun jalan macet, tetap bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang cukup menghibur. Naik motor juga lebih nyaman karena lincah dan bisa menyalip di celah-celah yang kecil sekalipun.

5.Lebih hemat

Kalau mobil penuh penumpang, maka naik mobil pribadi lebih murah. Apalagi jika dibandingkan naik MRT, monorail dan berganti-ganti transportasi umum. Naik motor lebih hemat lagi karena dengan BBM yang sedikit sudah bisa kemana-mana.

6.Faktor kebutuhan

Bagi eksekutif (manajer dan setingkatnya) naik mobil pribadi merupakan keharusan. Sebab membutuhkan transportasi yang sesuai dengan profesi maupun jabatannya. Demikian juga cara pikir orang lain, mobil pribadi merupakan kebutuhan karena tanpa mobil pribadi akan mengganggu pekerjaannya atau karirnya.

7.Jangkauan

Kendaraan pribadi mampu menjangkau ke mana saja termasuk yang tidak terlewati transportasi umum. Misalnya ke vila-vila di Puncak, ke tempat-tempat wisata yang terpencil dan ke tempat-tempat yang tidak ada transportasi umumnya.

8.Privasi

Naik kendaraan pribadi terasa privasinya. Kalau di transportasi umum akan campur baur dengan banyak orang sehingga kurang terasa privasinya. Naik kendaraan pribadi benar-benar bisa melayani diri sendiri sesuai dengan keinginannya sendiri.

9.Keamanan dan keselamatan

Menyemput anak-anak sekolah apalagi masih di TK atau SD lebih aman kalau menggunakan kendaraan pribadi. Jika anak-anak dijemput memakai kendaraan umum, maka faktor keamanan dan keselamatannya sangat diragukan.

10.Faktor status sosial

Dari sudut psikologi, faktor pertimbangan status sosial ternyata paling dominan dibandingkan alasan-alasan lainnya. Sekitar 75% orang membeli kendaraan pribadi karena alasan status sosial. Orang akan merasa malu kalau tidak punya mobil/motor pribadi sementara para tetangganya memilikinya. Timbul rasa rendah diri atau malu. Itulah sebabnya, banyak orang ramai-ramai membeli mobil/motor karena alasan status sosial. Walaupun nanti tersedia transportasi umum yang jumlahnya memadai, nyaman,murah dan aman, sebagian orang tetap lebih menyukai naik kendaraan pribadi. Dengan demikian, kemacetan akan tetap terjadi. Kecuali, diterapkan sistem ganjil-genap terhadap plat nomor mobil.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Iklan

Kategori