Oleh: psikologi2009 | Februari 7, 2013

PSIKOLOGI: Bohong Sempurna dan Bohong Tidak Sempurna

Image

SETIAP orang pasti pernah berbohong. Mungkin sengaja mungkin tidak sengaja. Mungkin demi kepentingan yang baik, mungkin demi kepentingan yang buruk. Mungkin untuk menutupi kejadian yang sesungguhnya atau mungkin punya tujuan yang lain. Mungkin sering berbohong, mungkin juga jarang. Mungkin juga kebohongannya sempurna, tetapi ada juga kebohongan yang tidak sempurna. Yang pasti tidak ada kebohongan yang sempurna 100%.

Apakah kebohongan itu?

Kebohongan adalah mengatakan hal yang tidak sebenarnya atau menunjukkan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta.

Kenapa orang berbohong

Tentu, penyebab dan motivasi berbohong sangat banyak. Antara lain:

 

-Ingin menutupi aib atau peristiwa yang sesungguhnya

-Ingin dilanjutkan dengan tindakan menipu

-Supaya bebas dari hukuman dari pengadilan

-Berbohong karena terbiasa menghayal

-Supaya dianggap suci, alim, takwa dan semacamnya

-Sekadar bercanda

-Karena faktor kemunafikan

-Karena faktor kebiasaan

-Begitu dia berbohong, merasa sudah melakukannya (ada unsur halusinasi)

-Bohong politik atau bohong supaya memenangkan pilkada/pemilu

-Dan lain-lain

Ada berapa macam kebohongan?

Secara umum ada dua macam kebohongan.

a.Kebohongan sempurna

b.Kebohongan tidak sempurna

 

ad.Kebohongan sempurna

Yaitu kebohongan yang sudah direncanakan secara sempurna. Biasanya mengarah pada bentuk-bentuk penipuan. Mempunyai kemampuan untuk meyakinkan orang lain dengan segala cara.

Contoh 1:

Mendirikan koperasi simpan pinjam. Supaya masyarakat yakin, dicantumkan nomor ijin, NPWP dan lain-lain. bahkan jika perlu dipasang foto-foto yang bisa meyakinkan calon nasabah. Lebih hebat lagi kantornya mewah (kontrak), pimpinanya bermobil (mobi pinjam), karyawannya berseragam dan bahkan jika perlu pimpinannya mengaku bergelar H/Hj. Di brosur juga dicantumkan huruf-huruf Arab berisi ayat-ayat suci. Setelah nasabahnya banyak dan mendapatkan uang ratusan milyar, lantas kabur.

Contoh 2:

Mendirikan parpol apa saja. Visi dan misinya luar biasa indah. Meningkatkan kesejahteraan rakyat, pendidikan gratis sampai sarjana, swasembada pangan, sembako murah, BBM murah, kesehatan gratis, umroh/naik haji murah , menamakan diri parpol suci-bersih-takwa dan sejuta janji-janji lainnya. Setelah dapat kedudukan di DPR atau di pemerintahan, melakukan korupsi secara besar-besaran.

ad.Kebohongan tidak sempurna

Yaitu kebohongan yang biasanya tidak direncanakan atau direncanakan tetapi perencanaannya tidak sempurna. Biasanya bersikap spontanitas.

Contoh 1:

Seorang mahasiswi berada di sebuah hotel pada tengah malam. Kemudian tertangkap petugas berada di kamar hotel bersama pria yang bukan suaminya. Apalagi dia juga menerima uang Rp 10 juta. Ternyata terkait kasus korupsi. Kemudian melakukan penjelasan ke depan pers bahwa dia saat digerebek tidak di kamar tidur, tetapi di lobby. Dia juga membantah sebagai “ayam kampus”. bahkan dalam bantahannya itu dia memakai jilbab (padahal sebelumnya tidak pernah memakai jilbab). Kebohongan yang tidak sempurna, sebab masyarakat sekitarnya dan masyarakat kampusnya sudah tahu siapa dia. bahkan ketika digerebek, banyak petugas hotel yang menyaksikannya.

Contoh 2:

Ketika parpolnya tersangkut korupsi, lantas seorang politisi secara reaktif-emosional mengatakan ada konspirasi yang akan menghancurkan parpolnya, mengatakan itu fitnah, mengatakan ada gerakan yang dilakukan Zionis dan tuduhan-tuduhan lainnya yang bersifat spontanitas dan samasekali tidak bisa dibuktikan atau tidak didukung fakta-fakta nyata. Artinya, dia telah melakukan kebohongan publik yang ternyata tidak sempurna. Kebohongan-kebohongan yang hanya emosional saja.

Bahasa tubuh (body language)

Bahasa tubuh meliputi bahasa tulis, bahasa ucapan, bahasa fisik bahkan lebih jauh bahasa pemikiran. Bagi yang faham psikologi tentu mempunyai kemampuan menganalisa kebohongan seseorang melalui bahasa tubuhnya.

Ciri-ciri orang berbohong

Secara umum, seseorang berbohong bisa dilihat dari ciri-ciri:

-Antara ucapan dan tindakan tidak konsisten

(mengatakan tidak di kamar hotel padahal semua karyawan tahu dia di kamar hotel)

-Antara ucapan dan raut muka tidak sinkron

(mengatakan hal sedih tetapi tersenyum)

-Kalimat-kalimatnya, baik tertulis maupun ucapan mengandung kejanggalan-kejanggalan yang tidak mungkin terjadi

(mengatakan tidak korupsi, tetapi anak-anaknya kaya luar biasa padahal anak-anaknya tidak punya perusahaan besar)

-Tidak bisa menjelaskan

(mengaku skripsinya merupakan karyanya, tetapi tidak bisa menjelaskan isinya secara mendetail)

-Mengatakan tidak benar tetapi banyak saksi yang membenarkan

(membantah korupsi, tetapi ada bukti dan saksi yang mengetahuinya)

-Kalau ditanya, jawabannya tidak spontanitas tetapi ada proses “berpikir”

 (suka mencari-cari alasan)

-Mengaku bisa/mengerti tetapi kenyataannya tidak demikian

(mengaku sarjana psikologi, tetapi uraiannya tidak ada bobotnya psikologi sedikitpun juga)

-Suka meyakinkan, tetapi tidak ada buktinya

(meyakinkan dia bisa melakukan, tetapi selalu beralasan dengan tujuan untuk menutupi ketidakbisaannya itu)

Ciri-ciri tidak bohong

-Bisa membuktikan

Kesimpulan

-Dengan demikian, jika kita berhadapan dengan seseorang baik melalui tulisan (termasuk lewat e-mail), ucapan (termasuk lewat telepon) atau berhadapan langsung, kalau perilakunya ada di wilayah abu-abu (tidak jelas dan tidak tegas atau tidak kongkrit), maka ada kemungkinan ada yang ditutup-tutupi. Artinya, besar kemungkinannya dia berbohong.

-Tidak ada kebohongan yang 100% sempurna.

Catatan

Facebooker yang tidak mau menampilkan foto profilnya yang asli, mempunyai kecederungan berbohong yang cukup besar.

 

Semoga bermanfaat.

 

Sumber gambar: Supermilan.wordpress.com

 

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: