Oleh: psikologi2009 | Februari 8, 2013

PSIKOLOGI: Apakah MPOL atau SOLT itu?

Image

MPOL adalah Mencari Perhatian Orang Lain. Sedangkan SOLT adalah Supaya Orang Lain Tahu. Keduanya mirip tetapi berbeda. Meskipun berbeda tetapi bisa saling berhubungan. Setiap orang pasti memiliki MPOL dan SOLT. Hanya kadarnya yang berbeda. Ada MPOL dan SOLT yang positif tetapi ada juga MPOL dan SOLT yang negatif.  Apakah hanya orang-orang tertentu yang memiliki MPOL dan SOLT? Tidak! Semua orang memilikinya.

MPOL Positif

Setiap orang pasti melakukan Mencari Perhatian Orang Lain

Contoh:

-Berdandan secantik mungkin supaya menjadi perhatian orang lain

-Berprestasi supaya kemampuannya dihargai orang lain

-Berkeliling kota memakai motor berkanopi supaya orang lain tahu ada inovasi baru

-Membuat status di Facebook supaya dibaca Facebooker lain

-Berdakwah yang kocak supaya makmum tidak bosan dan mengantuk

MPOL Negatif

Setiap orang pasti melakukan Mencari Perhatian Orang Lain

Contoh:

-Berkeliling kota memakai moge (motor gede) sambil membunyikan gas keras-keras bahkan membunyikan sirene

-Menuduh orang lain kafir tetapi dia sendiri korupsi

-Merasa membela agama tetapi dengan cara-cara anarki

-Memenangkan pemilu tetapi dengan cara curang

-Berjanji akan memperjuangkan rakyat tetapi hanya basa-basi saja

SOLT Positif

Setiap orang pasti melakukan Supaya Orang Lain Tahu

Contoh:

-Memberitahu orang bahwa di mini market ABC harganya lebih murah di mini market PQR

-Membuat status di Facebook yang sifatnya pencerahan

-Melaporkan kekayaan dan asal-usulnya secara jujur

-Mengakui secara jujur bahwa di partainya memang ada korupsi dan tidak justru membela diri

-Melaporkan adanya tindakan melanggar hukum ke pihak yang berwajib

SOLT Negatif

Setiap orang pasti melakukan Supaya Orang Lain Tahu

Contoh:
-Memberi tahu orang lain bahwa dia rajin beribadah supaya orang lain tahu dan menganggap dia orang taat beragama dan suci (padahal tidak suci)

-Mengatakan bahwa dia tidak korupsi (padahal semua hasil korupsinya atas nama semua anak-anaknya)

-Pamer gelar sarjana atau gelar haji/hajah supaya orang lain tahu dia orang pandai dan orang Islam yang sukses melaksanakan Rukun Islam (padahal lulusnya tidak cumlaude dan naik haji memakai uang hasil korupsi)

-Memberitahu banyak orang bahwa dia tidak korupsi satu rupiahpun, bahkan mengatasnamakan Tuhan, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah dia telah menyuap para saksi, para penegak hukum dan mengjilangkan atau mengganti barang-barang yang akan dijadikan barang bukti.

-Pamer kekayaan (mobil mewah, rumah mewah, perhiasan mewah dan lain-lain) walaupun itu diperolehnya secara halal, namun itu termasuk SOLT yang negatif.

Semoga bermanfaat

 

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: