Oleh: psikologi2009 | Maret 14, 2013

PSIKOLOGI: Gemblung-isme Semakin Merajalela di Indonesia

 

ImageAKHIR-AKHIR ini semakin banyak orang Indonesia menjadi gemblung. Penyebabnya banyak, mulai dari gila harta, gila kedudukan, gila uang, gila wanita, gila gengsi,gila pangkat gila hormat, gila ekonomi, gila jabatan, gila politik , gila seks, gila narkoba, gila korupsi, gila geng motor, gila rampok, gila tawuran, gila anarki, gila perusakan tempat ibadah, gila bunuh diri, gila membuang bayi, gila pemerasan, gila premanisme, gila gelar Doctor HC padahal tidak hafal Pancasila, gila memakai gelar S1 dan S2 sekaligus, gila mutilasi, gila orang “bisu” ingin jadi bupati, gila kawin siri empat hari,gila gelar haji yang bukan ajaran Islam, dll.Gemblungisme sedang berkembang di Indonesia. Celakanya, pengidap gemblungisme tidak pernah merasa kalau dirnya mengidap gemblung.

Apakah gemblung itu?

Gemblung yaitu perilaku menyimpang, semacam gangguan kejiwaan, setengah normal setengah gila, cacat moral, cacat nalar dan sekaligus menyimpang dari norma sosial, hukum dan agama.

Gemblungisme di Trias Politika

Gemblungisme di kalangan Yudikatif, Eksekutif dan Legislatif merupakan gemblungisme paling tinggi. Sebab, tiap hari mereka berhubungan dengan uang, baik yang berasal dari APBN maupun APBD. Di mana ada proyek, boleh dikatakan ada korupsi, ada suap, ada sogok, ada mark up dan kejahatan-kejahatan kerah putih lainnya. Lebih parah lagi kalau gemblungisme dilakukan oleh para penguasa dan oleh koalisi partai yang berkuasa.

Gemblungisme di masyarakat

Gemblungisme di kalangan masyarakat sebagian besar merupakan tindak pidana kriminal. Mulai dari penipuan, perkosaan, pembunuhan, mutilasi, pemerasan dan perbuatan-perbuatan gemblung lainnya.

Penyebab gemblungisme

Beberapa penyebab seseorang menjadi gemblung antara lain:

-Lemahnya iman agama yang dimiliki. Ibadahnya hanya merupakan basa-basi saja

-Sistem keuangan dan pengawasan keuangan yang sangat buruk

-Cacat moral dan cacat nalar bawaan sebelum duduk di lembaga Trias Politika

-Sistem politik yang mahal dan sistem birokrasi yang buruk

-Karena sejak lahir memang sudah memiliki gen jahat

 Solusi

Rakyat harus dicerdaskan agar memilih calon pemimpin dan calon rakyat yang memiliki kepribadian shiddiq, tabliq, amanah dan fatonah. Apapun parpolnya, apapun sukunya, apapun agamanya, apapun ras atau bangsanya dan apapun antargolongannya.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: