Oleh: psikologi2009 | Maret 19, 2013

PSIKOLOGI: Jangan Memaksa Orang Lain untuk Berubah

Image

ITULAH salah satu kalimat yang diucapkan oleh seorang motivator terkenal, Mario Teguh. Pertanyaannya, apakah kalau kita memaksa orang lain untuk berubah hasilnya pasti tidak berubah? Dari sudut ilmu logika : Bisa “Ya” dan bisa “tidak”. Bagaimana kalau dari sudut psikologi? Kawabannya : Kebanyakan tidak bisa, sebab sebagian besar orang tidak bisa dan tidak mau dipaksa. Lantas, bagaimana caranya supaya orang lain berubah?

Bukan dengan paksaan?

Memang, ada orang yang bisa berubah,namun ada juga yang tidak bisa berubah.

Contoh paksaan yang bisa mengubah

Seorang anak SMP seringkali sesudah pulang sekolah, main-main dulu ke rumah temannya. Akibatnya, tiba di rumah hari telah sore. Ibunyapun marah-marah dan memaksanya agar mulai besok tidak boleh lagi main-main ke rumah temannya kecuali hari Minggu atau hari libur. Jika tidak, mulai besok Si Ibu tidak akan memberikan uang jajan. Sang anakpun mematuhinya. Besoknya, perilaku buruknyapun berubah. Kenapa bisa berubah? Karena menyangkut kebiasaan.

Contoh paksaan yang tidak bisa mengubah

Seorang presiden suka mengeluh, suka curhat, suka bersolek, suka ragu-ragu, suka penakut. Bisakah dipaksa berubah. Sangat sulit. Kenapa sulit? Itu tidak hanya menyangkut kebiasaan, tetapi sudah menyangkut kepribadian. Yaitu kepribadian narsis, konflik inter personal dan  paranoid. Sangat sulit mengubah kepribadian seseorang. Bahkan hampir mustahil.

Mengubah dengan cara persuasi

Namun ada cara lain yang sebenarnya lebih efektif. Yaitu melalui metode persuasi. Yaitu dengan cara mempengaruhi pikiran dan sikap orang lain melalui kata-kata yang persuasif. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan oleh ahlinya dan membutuhkan waktu yang relatif lama.

Contoh persuasi yang bisa mengubah

Seorang anak SMP seringkali sesudah pulang sekolah, main-main dulu ke rumah temannya. Akibatnya, tiba di rumah hari telah sore. Ibunyapun marah-marah dan memaksanya agar mulai besok tidak boleh lagi main-main ke rumah temannya kecuali hari Minggu atau hari libur. Kemudian sang ibu memberikan gambaran segi-segi positifnya kalau pulang sekolah langsung pulang ke rumah. Antara lain tidak terlambat makan sebab terlambat makan bisa sakit. Langsung pulang ke rumah karena bisa langsung istirahat siang sebab istirahat siang penting untuk kesehatan. Dan persuasi-persuasi positif lainnya.

Contoh persuasi yang tidak bisa mengubah

Kalau yang ini, tentu dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya.

Persuasi dan motivasi

Persuasi erat hubungannya dengan motivasi. Persuasi adalah proses pemilihan dan penggunaan kata-kata yang efektif untuk mempengaruhi pola pikir seseorang. Motivasi adalah persuasi yang bernuansa menggerakkan kemauan seseorang untuk melakukan atau berbuat sesuatu yang biasanya berkonotasi positif. Proses persuasi dan motivasi yang baik sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

Dirinya sendiri

Meskipun demikian, ada teori yang mengatakan bahwa yang bisa mengubah perilaku adalah diri sendiri. Bukan orang lain. Artinya, yang menentukan berubahnya perilaku adalah diri sendiri, bukan orang lain. Meskinpun demikian, orang bisa berubah berdasarkan masukan-masukan, persuasi-persuasi dan motivasi-motivasi orang lain. Artinya, orang lain punya kekuatan untuk mempengaruhi.

Kesimpulan

1. Diri sendiri yang menentukan perubahan perilaku

2.Orang lain bersifat mempengaruhi, mempersuasi dan memotivasi

3.Orang bisa mengubah perilakunya berdasarkan pengaruh orang lain dan keputusan yang diambilnya secara positif.

4.Harus dibedakan pengertian “kebiasaan” dan “kepribadian”

5.Jadi, kalimat “Jangan memaksa orang lain berubah bisa berarti “bisa” berubah dan “tidak bisa” berubah. Kalau menyangkut “kebiasaan”, masih ada potensi untuk”bisa” berubah. Sedangkan kalau menyangkut “kepribadian”, sangat kecil potensinya dan nyaris “tidak bisa berubah”. Namun kemungkinan untuk berubah tetap ada.

6.Jadi, apakah kebiasaan atau kepribadian seseorang bisa berubah adalah tergantung pada ada tidaknya kerjasama yang baik antara seseorang dengan orang lain yang mempersuasi dan memotivasi.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: