Oleh: psikologi2009 | April 18, 2013

PSIKOLOGI: Bersabar Itu Indah

Image

SEMUA orang pasti pernah emosi. Semua orang pasti pernah marah. Semua orang pasti pernah tersinggung. Banyak penyebabnya. Antara lain, kemacetan lalu lintas membuat orang menjadi emosi, marah dan mungkin juga tersinggung akibat ulah pengemudi lainnya. Klakson yang dibunyikan berkali-kali bisa dijadikan indikator tingginya emosi seseorang. Bisakah bersabar? Kalau bisa, bagaimana caranya?

Apakah bersabar itu?
Bersabar adalah sebuah sikap tenang (tentang pikiran, perasaan) dalam menghadapi suatu situasi, kondisi atau masalah. Bersabar juga merupakan tugas rasio dalam mengendalikan emosi-emosi negatif ke arah emosi-emosi positif tanpa adanya keluh kesah.

Penyebab ketidaksabaran

Penyebab ketidaksabaran cukup banyak. Mulai dari masalah pribadi, hubungan antar manusia yang kurang baik, kemacetan lalu lintas, utang-piutang, menunggu datangnya pesawat terbang yang terlambat, sulitnya mencari pekerjaan, bisnis yang macet, kehidupan rumah tangga yang berantakan dan semua persoalan yang menyangkut aspek-aspek kehidupan, penghidupan dan perikehidupan manusia.

Emosi dan emosional

Emosi bisa baik, tetapi emosi juga bisa tidak baik atau emosional. Dalam keadaan emosional, orang bisa galau, kecewa, stres, frustrasi, depresi, marah, mengamuk bahkan bisa mengarah ke tindakan-tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri atau orang lain.

Apa yang terjadi ketika kita emosional?

-Kita akan berpikiran negatif,menulis negatif,berkata negatif dan bisa jadi berbuat negatif.

Rasio atau akal lemah

Orang yang emosional menunjukkan rasio atau akalnya sedang melemah. Rasio atau akalnya dikuasai emosi. Rasio atau akal tidak mampu mengendalikan emosi ke arah yang positif.

Bagaimana caranya supaya bisa bersabar?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar seseorang bisa bersabar. Antara lain:

-Sadar.Kuatkan rasio, akal atau pikiran

-Tahan dan turunkan emosi sambil menarik nafas panjang

-Sementara jangan berpikir, jangan menulis, jangan berkata dan jangan berbuat

-Pahami bahwa apa yang kita hadapi adalah realita

-Pahami bahwa masalah yang kita hadapi pasti ada solusinya

-Berpikir positif, berkata positif dan bertindak positif

-Berpiir positif, apa yang bisa kita lakukan saat itu

-Berkata positif, apa yang bisa kita katakan secara positif

-Bertindak positif, apa yang bisa kita lakukan secara positif

-Menyelesaikan masalah secara bertahap

Sabar perlu latihan

Berbuat sabar itu perlu latihan, sebab di dalam kehidupan sehari-hari kita pasti menghadapi masalah. Antara lain masalah ringan, sedang dan berat. Semua masalah cepat-cepat kita cari solusinya dan jangan sampai tertunda keesokan harinya, kecuali masalahnya memang sulit.

Usaha menambah kesabaran

-Rajin beribadah. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahaesa

-Memanfaat waktu untuk rekreasi, berkreasi dan berinovasi

-Mengisi waktu untuk hal-hal yang positif

-Rajin bersilaturahmi ke tetangga, ke teman-teman atau sahabat-sahabat terutama yang lama tidak pernah bertemu

-Rajin membaca kitab suci, terutama Al Qur’an (bagi muslim/muslimah)

-Membaca artikel-artikel yang bermanfaat

-Banyak-banyaklah bercanda dengan teman-teman kita

Sabar ada batasnya

Sabar memang ada batasnya, tetapi tidak berarti kita harus marah-marah. Misalnya, ada pihak lain yang merugikan kita, baik secara moral ataupun ekonomi. Jika tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, apa boleh buat kita selesaikan secara hukum.

Sabar itu indah

Kenapa sabar itu indah? Sebab, orang yang emosional akan mengeluarkan energi yang luar biasa dan mengakibatkan daya pikir menjadi lemah. Sebaliknya, orang yang bersabar, emosinya turun, akan memperkuat daya pikir sehingga bisa menyelesaikan masalah secara rasional. Ketika kita menjadi rasional, maka sikap itu bisa menimbulkan rasa optimisme bahwa semua masalah yang kita hadapi pasti bisa diselesaikan, baik secara singkat, sedang atau relatif agak lama. Yang penting, semua masalah pasti terselesaikan. Sabar itu indah karena kita akan mampu berpikir realistis dan mampu menerima keadaan apapun kondisi keadaan itu.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: