Oleh: psikologi2009 | April 21, 2013

PSIKOLOGI: Persepsi Terhadap Kanopi Motor

Image

BERDASARKAN hasil survei (observasi) yang penulis lakukan selama tiga tahun (2009-2012), maka dari sudut psikologi-persepsi atau psikolosi-responsif, ada dua kelompok persepsi terhadap kanopi/atap motor yang telah terbukti kebenarannya.

Dua persepsi tersebut adalah:

1.Persepsi cerdas

2.Persepsi tidak cerdas

ad.1.Persepsi cerdas

ad.1Persepsi cerdas

Pertama kali yang mereka melihat kanopi motor, maka yang pertama kali mereka pikirkan adalah FUNGSI daripada kanopi motor itu. Kemudian berpikir tentang aerodinamika, ergonomi, konfortabilitas, stabilitas, dan aspek-aspek teknis lainnya.

Reaksi

Memberikan respon positif dengan mengatakan kata-kata “kreatif”,”inovatif” dan semacamnya. Bahkan kadang-kadang ditindak lanjuti dengan pertanyaan, saran dan kritik membangun. Atau, mengacungkan jempol, memfoto kanopi motor atau minta tolong difoto di samping motor berkanopi.

Cara berpikirnya

Positive thinking

Kecerdasan-inovatif

Punya.

ad.Persepsi tidak cerdas

Pertama kali mereka melihat kanopi motor, maka yang pertama kali mereka pikirkan adalah BENTUK. Mereka menganggap motor berkanopi adalah hal yang baru, aneh, unik, lucu, menggelikan  atau tidak lazim.

Reaksi

Biasanya mereka spontan tertawa bahkan tertawa terbahak-bahak dengan nada sinis dan bernada membodohkan pengemudi motor tersebut. Mereka ternyata tidak faham aerodinamika, ergonomi, konfortabilitas, stabilitas, dan aspek-aspek teknis lainnya. Bahkan tidak memahami undang-undang lalu lintas. Bahkan beranggapan yang salah bahwa kanopi motor tidak tahan angin, melanggar peraturan lalu lintas, tidak nyaman, tidak stabil, bisa menimbulkan kecelakaan dan anggapan-anggapan keliru lainnya.

Cara berpikirnya

Negative thinking

Kecerdasan-inovatif

Tidak punya

Itulah hasil survei (observasi) penulis yang kebetulan memahami psikologi sejak 1973. Jadi, dengan menggunakan kanopi motor dan melihat reaksi orang lain, maka penulis dengan mudah mengetahui siapa mereka. Tergolong persepsi cerdas atau tidak cerdas (apapun pendidikannya).

Dan, kita tidak perlu malu atau takut memakai kanopi motor karena di China, Jepang, Hongkong, Taiwan, Jerman, Italia, Thailand dan lain-lain kanopi motor bukan hal yang baru. Sudah saatnya kita menjadi bangsa yang cerdas dan memiliki wasan berpikir yang luas.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: