Oleh: psikologi2009 | Mei 3, 2013

PSIKOLOGI: Undangan Pernikahan Cermin Kepribadian Mempelai

Image

KELIHATANNYA sederhana. Cuma undangan pernikahan. Apa urusannya dengan kepribadian? Memangnya undangan pernikahan bisa mencerminkan kepribadian? Bukankah pernikahan itu hak pribada seseorang? Kenapa musti harus dipersoalkan? Apanya yang salah? Itulah tanggapan orang-orang yang kurang faham psikologi. Bisa penulis maklumi.

Ada tiga macam undangan pernikahan

Dari sudut NB (catatan), ada tiga macam undangan pernikahan.

1.Menolak pemberian kado

2.Tidak ada catatan

3.Mencantumkan nomor rekening

ad.1.Menolak pemberian kado

Adalah undangan yang mencantumkan catatan atau NB yang biasanya berbunyi:

“Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada Bapak/Ibu/Saudara, kami tidak menerima kado/pemberian dalam bentuk apapun juga.

Kepribadian

Undangan yang demikian mencerminkan kedua mempelai mempunyai kepribadian

-Tidak materialistis

-Punya tepo saliro atau tenggang rasa yang tinggi

-Beranggapan bahwa kedatangan yang diundang lebih penting daripada nilai sebuah kado

-Persahabatan lebih penting daripada segalanya

ad.2.Tidak ada catatan

Adalah undangan yang demikian mencerminkan kedua mempelai mempunyai kepribadian:

-Materialis tersembunyiatau materialis malu-malu

-Kurang memahami keinginan pihak yang diundang

-Beranggapan bahwa kedatangan yang diundang dan membawa kado keduanya dianggap penting

-Persahabatan tergantung pertimbangan “lihat-lihat dulu siapa orangnya”

ad.3.Mencantumkan nomor rekening

Adalah undangan yang mencantumkan nomor rekening salah satu mempelai.

Contoh:

No.Rek.Bank a/n XXX Bank BCA KCU Serpong No.497-056-916-8

Adalah undangan yang mencerminkan kedua mempelai mempunyai kepribadian:

-Materialistis murni

-Tidak punya tepo saliro atau tengganh rasa

-Yang diundang tidak datang tidak apa-apa yang pentng transfer uang ke rekening mempelai

-Persahabatan semata-mata pertimbangan bisnis.

Proses acara pernikahan yang buruk

Sebuah proses pernikahan dianggap buruk kalau:

-Ingin bermewah-mewah tetapi dengan cara utang ke sana ke mari karena modalnya kurang

-Menganggap pesta pernikahan sebagai sebuah acara bisnis

-Mencantumkan gelar sarjana atau gelar haji , pangkat dan lain-lain, karena antara gelar-gelar , pangkat dan lain-lain tersebut dengan pesta pernikahan sebenarnya tidak ada hubungannya yang signifikan. hanya sekadar “show off” (pamer) atau “supaya semua orang tahu”.

Proses acara pernikahan yang baik

Sebuah proses pernikahan dianggap baik kalau:

-Diselenggarakan sesuai kemampuan keuangan, walaupun itu terkesan sangat sederhana

-Menganggap pesta pernikahan sekadar “pengumuman” dan kewajiban saja

-Tidak mencantumkan gelar sarjana atau gelar haji, pangkat dan lain-lain karena berpendapat gelar atau pangkat dan lain-lain tidak ada hubungannya yang signifikan dengan pesta pernikahan. Kalau orang-orang tidak tahu, tidak masalah.

Kesimpulan

Kepribadian seseorang sebenarnya bisa dilihat dari semua “action” karena semua “action” sebenarnya merupakan manifestasi daripada cara berpikir dan kepribadian seseorang.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: