Oleh: psikologi2009 | Mei 13, 2013

PSIKOLOGI: Jangan Terburu-buru Menilai Orang Lain

Image

SALAH satu kecerobohan sebagian orang, terutama sebagian Facebooker adalah terlalu mudah dan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya berdasarkan komentar  sesaat, tampilan sesaat, status Facebook sesaat. Cara yang demikian banyak salahnya daripada benarnya. Apalagi kalau tidak memahami psikologi. Langkah terbaik adalah tidak terburu-buru menilai orang lain atau terburu-buru mengambil kesimpulan kecuali faham psikologi dan faham ilmu logika.

Contoh-contoh salah penilaian dan salah kesimpulan.

Contoh-contoh ini Si A ambil dari Si A yang kebetulan juga seorang Facebooker .

Contoh 1:

Karena Si A sering menulis status dan mengupload gambar motor, tentang motor, pengalaman Si A naik motor, maka ada Facebooker yang menilai saya mampunya hanya membeli motor. Tidak mampu membeli mobil.

Padahal yang sesungguhnya, naik motor adalah hobi Si A sejak di bangku SMA. Tidak membeli mobil karena Si A adalah seorang bujangan. Tentunya pemborosan kalau punya mobil tetapi hanya untuk sendiri apalagi tidak ada kegiatan bisnis antar wilayah ataupun antarkota maupun antarprovinsi.

Contoh 2:

Si A sering menulis cerpen dengan menggunakan kata “aku” atau “saya” sehingga ada beberapa Facebooker yang menilai cerpen-cerpen itu adalah pengalaman pribadi Si A.

Padahal yang terjadi sebenarnya, penggunaan kata “aku” atau “saya” adalah salah satu teman Si A sewaktu masih duduk di SMA di mana saat itu Si A juga sering menulis cerpen. Alasan penggunaan kata “alu” atau “saya” hanya untuk memberi kesan seolah-olah cerita itu benar-benar terjadi. Jika benar-benar berdasarkan pengalaman pribadi, pasti ada kalimat “Berdasarkan pengalaman pribadi”.

Contoh 3:

Si A membuat status yang terkesan “Kesel…Pegel…Mangkel…Anyel…Sebel., dll”  lantas ada yang berkomentar “Sabar, Pak”.

Padahal yang terjadi sebenarnya status itu hanya permainan kata saja. Sebagai penulis cerpen Si A tentu harus bisa membuat kalimat-kalimat yang terkesan sebel, terkesan tidak suka, terkesan frustrasi dan kesan-kesan lainnya.

Contoh 4:

Sewaktu Si A pindah sekolah saat duduk di bangku SMA, ada seorang guru olah raga laki-laki, Ambon, bertubuh kekar dan berpenampilan seram. Si A sebagai siswa baru atau siswa pindahan menilai bahwa guru olah raga itu pasti galak.

Contoh 5:

Dulu Si A pernah punya rencana kerja sama bisnis dengan seorang mahasiswi berjilbab dan rajin shalat dan seorang dosen berpeci yang sudah dua kali naik haji. Karena mereka terkesan baik-baik, maka Si Apun menyerahkan uang yang cukup banyak kepada mereka berdua untuk modal usaha.

Ternyata, belakangan Si A baru sadar kalau menjadi korban penipuan. mau menuntut tidak bisa karena Si A tidak punya bukti dan saksi.

Sesudah kenal, ternyata guru olah raga itu justru amah tamah. Tutur bahasanya lemah lembut. Lebih nJawani daripada orang Jawa sendiri. Orangnyapun baik. Tidak galak. Bahkan sangat bijaksana dan disukai para siswa.

Jangan terburu-buru menilai orang lain atau terburu-buru mengambil kesimpulan

1.Dengan demikian, kita tidak boleh menilai orang dari penampilannya saja. walaupun sudah kenal lama, tetap harus berhati-hati, apalagi kalau menyangkut uang atau harta.

2.Kita tidak boleh terburu-buru menilai Facebooker hanya dari statusnya saja, kecuali kalau kita memang benar-benar memahami psikologi bahasa (psychology and language approach).

Perlunya belajar ilmu bahasa dan psikologi

Untuk menilai seseorang dari omongannya atau tulisannya, perlu memahami ilmu bahasa, psikologi dam lebih baik lagi kalau juga memahami ilmu logika. Dengan demikian kita bisa melakukan analisa bahasa dan analisa psikologi yang lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan “ilmu kira-kira”. Menilai orang lain bisa cepat bisa lama tergantung “input” yang ada. Input yaitu beberapa komentar atau tulisan yang dibuat oleh seseorang. Bahasa menunjukkan karakter maupun kepribadian seseorang. Namun kita tidak boleh terburu-buru menilai orang lain kecuali benar-benar faham psikologi bahasa.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: