Oleh: psikologi2009 | Mei 17, 2013

PSIKOLOGI : Pengertian Brainwashing Yang Benar dan Yang Keliru

FACEBOOK-PsikologiPengertianBrainwashingYangBenarDanYangKeliru

SAHABAT-SAHABAT penulis sering mengucapkan kata “brainwash”, namun ketika penulis bertanya, “brainwash” itu apa? Jawabannya sederhana “Brainwash itu cuci otak”. Brainwashing yang bagaimana, apa tujuannya, bagaimana caranya, di mana dilakukan brainwash, apa beanya dengan mind control…” dan beberapa pertanyaan lainnya, sahabat-sahabat saya tidak bisa menjawab dengan benar. Memang bahaya, tidak faham “brainwash” tetapi merasa faham “brainwash”.

A.Apakah brainwashing itu?
Banyak definisi. Beberapa di antaranya:

1.Brainwashing adalah sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru, praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan dan sebagainya. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Cuci_otak).

2.In psychology, the study of brainwashing, often referred to as thought reform, falls into the sphere of “social influence.” Social influence happens every minute of every day. It’s the collection of ways in which people can change other people’s attitudes, beliefs and behaviors. For instance, the compliance method aims to produce a change in a person’s behavior and is not concerned with his attitudes or beliefs. (Selengkapnya: http://science.howstuffworks.com/life/inside-the-mind/human-brain/brainwashing.htm).

(Dalam psikologi, studi tentang brainwashing, sering disebut sebagai reformasi pemikiran, termasuk  dalam lingkup “pengaruh sosial.” Pengaruh sosial terjadi setiap menit setiap hari. Ini adalah kumpulan cara di mana orang bisa mengubah sikap orang lain , keyakinan dan perilakunya. Misalnya, metode kepatuhan bertujuan untuk menghasilkan perubahan dalam perilaku seseorang dan tidak peduli dengan sikap nya atau keyakinan.).

Singkatnya, brainwashing adalah usaha-usaha untuk mereforrmasi pola berlogika tertentu kepada brainwashee (penerima brainwashing) ke arah pola berlogika lain dengan tujuan-tujuan tertentu, baik positif maupun negatif tanpa disadari oleh penerima brainwashing bahwa dia sedang menerima proses brainwashing.

B.Tujuan brainwash

Pada dasarnya, brainwashing bisa bertujuan positif maupun negatif, tergantung pelaksana brainwashing (brainwasher).

Brainwash positif

Brainwashing positif yaitu mengubah pola pikir yang benar-benar  salah ke arah pola pikir yang sungguh-sungguh benar.

Contoh:

Ada seorang mahasiswa berpendapat bahwa Tuhan itu tidak mungkin satu. Alasannya, tidak mungkin Tuhan mengurusi milyaran bintang, milyaran manusia, dan milyaran urusan di dunia. Tuhan pasti banyak. Adalah tugasnya brainwasher mengubah pola pikir yang salah itu menjadi pola pikir yang benar melalui teknik-teknik tertentu. Tentu, butuh waktu.

Brainwash negatif

Yaitu proses mengubah pola pikir tertentu menjadi pola pikir yang lain tanpa disadari oleh brainwashee bahwa dia telah diarahkan ke pola pikir yang lain dari yang benar ke arah yang tidak benar.

Contoh:

Seorang mahasiswa yang rajin shalat, berkepribadianbaik, tetapi pribadinya belum stabil, telah dipengaruhi temannya secara halus. Temannya secara bertahap mengatakan bahwa Amerika itu teoris sejati karena menindas umat Islam. Oleh karena itu membunuh orang Amerika, siapapun dia, halal hukumnya. Bahkan kalau menyerang mereka hingga tewas, maka matinya vadalah mati syahid. Untuk lebih meyakinkan lagi, temannya membacakan ayat-ayat suci yang ditafsirkan sendiri. Dari waktu ke waktu, tanpa disadari, mahasiswa yang semula berkepribadian baik, telah berubah menjadi teroris.

C.Sasaran proses brainwash

Sasaran brainwasing adalah otak kanan dengan cara memperlemah otak kiri. Kenapa, orang yang kuat otak kirinya, cukup sulit untuk dipengaruhi karena dia selalu berpikir rasional. Sedangkan orang yang menggunakan otak kanan, lebih menitikberatkan emosi atau perasaan. Oleh karena itu seorang brainwasher selalu menggunakan gata-kata yang bisa menimbulkan imajinasi, persepsi, gambaran ,fantasi, gagasan, ide-ide tertentu sesuai yang diharapkan oleh brainwashernya.

D.Tempat-tempat brainwash

Brainwashing sesungguhnya bisa dilakukan di mana saja. Antara lain di sekolah, ponpes, kampus, kantor, tempat peribadatan,majelis taklim,acara diskusi atau seminar dan lain-lain. Bisa lewat brosur, radio, televisi, blog/website, Twitter, Facebook dan lain-lain.

E.Kategori-kategori brainwash

1.Soft brainwash

Yaitu brainwash secara halus. Antara lain berbentuk persuasi, sugesti, indoktrinasi, ceramah, dakwah, pidato, kampanye, artikel, iklan, memberikan bantuan baik berupa pengobatan gratis, nasehat atau konsultasi gratis, membantu warga yang akan pindah rumah, bantuan sembako, mengajari shalat gratis, membiayai naik haji dan bantuan-bantuan lainnya. Namun, semua kegiatan itu selalu disisipi kalimat-kalimat tertentu yang selalu diulangi denganjeda waktu tertentu . Tentu, pihak brainwashee jangan sampai menyadari kalau dia sedang mengalami proses brainwashing yang dilakukan brainwasher. Jadi, yang dicuci adalah otaknya, bukan hatinya. Karena hati bukan sasaran brainwashing.

Contoh:

Dari seorang atlet tinju yang bercita-cita bertanding di olimpiade tiba-tiba diduga menjadi bagian dari aksi kelompok radikal, Tamerlan Tsarnaev disebut telah mengalami brainwashing. (Selengkapnya: http://internasional.kompas.com/read/2013/04/25/05222587/Tamerlan.Tsarnaev.Korban.Cuci.Otak).

2.Middle brainwash

Yaitu brainwashing yang biasanya sifatnya massal atau banyak orang. Biasanya dilakukan di sekolah, kampus, ponpes,kantor, LP , acara diskusi atau seminar dan lain-lain. Biasanya proses brainwashingnya berkedok agama, politik, pendidikan, kemiskinan, kolonialisme, kapitalisme dan tema-tema lain yang diperkirakan cocok. Tema-tema yang dipilih tentu saja sesuai dengan tujuan akhir dari brainwasher.

Contoh:

Tapi, ketika divonis dan ditahan di LP, mereka melakukan brainwash atau brainwashing pada tahanan lain. Jadi begitu mereka selesai menjalani hukuman, mereka melakukan aksi teroris lagi dengan pengikut baru,” papar Nanan dalam paparan kepada media di Jakarta, Rabu (15/5). (Selengkapnya: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/15/1/153769/Terpidana-Teroris-Cuci-Otak-Tahanan-Lain)

3.Hard brainwash

Yaitu brainwashing yang bertujuan mengubah pola pikir ke pola pikir baru dengan tindakan-tindakan fisik. Misalnya dipukul, disetrum, disiksa , menggunakan obat, dan cara-cara lain yang menyentuh fisik disertai kalimat-kalimat brainwashing yang bertujuan akhir sesuai dengan yang diinginkan brainwasher.

Contoh:

Pria Lebanon dijatuhi hukuman penjara 6 tahun dan cambuk 300 kali oleh Pengadilan Arab Saudi. Ia dinyatakan bersalah telah membantu seorang wanita Arab Saudi pindah agama. (Selengkapnya: http://news.liputan6.com/read/584634/cuci-otak-wanita-saudi-pria-lebanon-dicambuk-300-kali)

F.Penerapan brainwash

Brainwash politik

Yaitu proses mengubah pola pikir para pemilih ke arah pola pikir baru dengan tujuan mudah diarahkan oleh parpol agar masyarakat memilih parpolnya. Antara lain melalui kampanye, visi misi, iklan, brosur dan kegiatan-kegiatan lain dengan selalu mengucapkan kalimat atau janji-janji politik agar masyarakat tanpa disadari telah berubah pola pikirnya sehingga mau memilih parpol tersebut. Jika perlu, menggunakan issue-issue agama, budaya, adat dansemacamnya.

Kalimat-kalimat yang sering diucapkan

-Partai kami partai agama

-Partai kami partai suci

-Partai kami partai jujur

-Partai kami partai adil

-Partai kami partai dakwah

-Partai kami partai Tuhan dan semacamnya.

Orang yang terkena brainwashing cenderung meng-“copy paste” kalimat-kalimat yang diucapkan oleh brainwasher.

Brainwash agama

Yaitu brainwashing dengan cara mengubah pola pikir umat beragama tertentu agar menjadi fanatik terhadap parpol tertentu bahkan seringkali menerapkan sistem “member get member” (mengajak orang lain agar menjadi simpatisan fanatik dari parpol tersebut). Biasanya selalu diikuti dengan cara-cara memperalat ayat-ayat suci agama tertentu. Sehingga tanpa disadari pihak brainwashee merasa menjadi oarng suci, orang tidak berdosa, merasa hatinya sudah dicuci, merasa telah diajak ke jalan yang benar. Padahal, tujuan akhir dari parpol tersebut adalah mendirikan negara dengan basis ideologi yang lain. Misalnya, ingin mengubah Negara Pancasila menjadi Negara Islam Indonesia.

Contoh kalimat-kalimat yang sering diucapkan:

-Agama kami agama terbaik

-Agama lain kafir

-Menghormat bendera Merah Putih tergolong syirik

-Negara Islam Indonesia dan khilafah adalah solusinya

-Amerika adalah penindas umat Islam dan semacamnya

Orang yang terkena brainwashing cenderung meng-“copy paste” kalimat-kalimat yang diucapkan oleh brainwasher.

G.Mind control method dan rebrainwash

Mind control methods

Orang yang kuat otak kirinya, tentu sulit untuk dipengaruhi proses brainwashing. Biasanya dia orang yang sangat rasional dan cerdas. Wawasan berpikirnya luas. Cara berlogikanya mengikuti format-format berlogika yang benar. Oleh karena itu, dia mampu melakukan mind control” atau memperkuat rasionya agar tidak mudah dipengaruhi proses brainwashing.

Rebrainwash

Yaitu proses mengembalikan pola pikir yang salah ke arah cara berpikir atau cara berlogika yang benar. Misalnya, menyadarkan para korban narkoba agar kembali menjadi manusia normal bahwa memusuhi narkoba.

H.Kesimpulan

1.Brainwashing adalah cara mengubah pola berlogika ke arah cara berlogika yang lain dengan teknik-teknik tertentu di mana brainwasher tidak menyadari kalau dia sedang dibrainwashing oleh brainwasher.

2.Sasaran brainwasher adalah otak kanan. Oleh karena itu biasanya yang mudah terkena adalah orang-orang yang pola berlogikanya lebih berat di otak kanan. Biasanya orang-orang yang punya masalah, kecewa terhadap kondisi negara sekarang, punya khayalan tinggi, pribadi lemah, menganggap semua yang bernuansa adalah suatu hal yang pasti baik dan semacamnya). Sasaran lain adalah orang-orang beragama yang cara berpikirnya fanatic logic error atau dogmatis-pasif. Biasanya mereka adalah orang-orang yang tidak cerdas.

3.Pada umumnya brainwashing digunakan untuk keperluan politik, agama maupun militer. Namun juga bisa diterapkan di berbagai bidang termasuk bidang kedokteran, marketing (pemasaran) dan lain-lain.

4.Brainwashing adalah proses mencuci otak. Bukan mencuci hati. Bukan mencuci iman. Bukan mencuci lain-lainnya.

5.Sasaran utamanya adalah orang-orang atau sekelompok orang yang kurang cerdas atau tidak cerdas  dan atau tidak menguasai ilmu logika secara sempurna..

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pecinta psikologi

Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: