Oleh: psikologi2009 | Agustus 24, 2013

PSIKOLOGI: Pemimpin Yang Berkualitas Belum Tentu Bermoral Baik?

FACEBOOK-PsikologiPemimpinBerkualitasBelumTentuBermoralBaik

SEORANG Facebooker yang tidakfaham psikologi dengan yakin mengatakan “Pemimpin yang berkualitas belum tentu bermoral baik”. Sepintas, komennya benar. Padahal, kalau ditelaah lebih jauh, komennya ternyata salah. Dan tentu saja Facebooker yang SNOB (sok tahu, sok mengerti dan sok pintar) pastilah tidak mau dikoreksi. Selalu merasa pendapatnya yang benar. Tidak mau menerima pendapat orang lain yang sesungguhnya benar.

A.Siapakah yang layak disebut pemimpin?
Definisi atau pengertian “pemimpin” menurut Tead; Terry; Hoyt pengertian kpemimpin yaitu orang yang memiliki “jiwa” kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

B.Apa syarat-syarat menjadi seorang pemimpin?

Terry menyebutkan adanya 8 buah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik, yaitu memiliki:

1. Kekuatan atau energi

Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

2. Penguasaan emosional

Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.

3. Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan

Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.

4. Motivasi dan dorongan pribadi, yang akan mampu menimbulkan semangat, gairah, dan ketekunan dalam bekerja.

5. Kecakapan berkomunikasi: kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.

6. Kecakapan mengajar pemimpin yang baik adalah guru yang mampu mengajar dan memberikan teladan dan petunjuk-petunjuk, menerangkan yang belum dengan gambaran jelas serta memperbaiki yang salah.

7. Kecakapan bergaul: dapat mengetahui sifat dan watak orang lain melalui pergaulan agar dengan mudah dapat memperoleh kesetiaan dan kepercayaan. Sebaiknya bawahan juga bersedia bekerja dengan senang hati dan sukarela untuk mencapai tujuan.

8. Kemampuan teknis kepemimpinan: mengetahui azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya. (Sumber: http://cius-enelan.blogspot.com/2013/03/syarat-menjadi-seorang-pemimpin.html)

C.Apa syarat kepemimpinan di negara Pancasila?

Dalam amanatnya mengenai masalah kepemimpinan berdasarkan falsafah Panca Sila, Jenderal Soeharto menyimpulkan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,

1. Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu kesadaran beragama dan beriman teguh

2. Hing ngarsa sung tulada, yaitu memberi suri-tauladan yang baik di hadapan anak buah.

3. Hing madya mangun karsa, yaitu bergiat dan menggugah semangat di tengah-tengah masyarakat (anak buah).

4. Tut Wuri handayani, yaitu memberi pengaruh baik dan mendorong dari belakang kepada anak buah.

5. Waspada purba wisesa, yaitu mengawasi dan berani mengoreksi anak buah.

6. Ambeg parama arta, yaitu memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.

7. Prasaja, yaitu bertingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan

8. Satya, yaitu sikap loyal timbal balik dari atasan terhadap bawahan, dari bawahan terhadap atasan dan juga ke samping.

9. Hemat, yaitu kesadaran dan kemampuan membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu untuk keperluan yang benar-benar penting.

10. Sifat terbuka, yaitu kemauan, kerelaan, keikhlasan, dan keberanian untuk mempertanggung jawabkan tindakan-tindakannya.

11. Penerusan, yaitu kemauan, kerelaan, dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tugas dan tanggung jawab serta kedudukan kepada generasi muda guna diteruskannya. (Sumber: http://cius-enelan.blogspot.com/2013/03/syarat-menjadi-seorang-pemimpin.html)

D.Apa syarat pemimpin yang berkualitas?

Berdasarkan berbagai definisi kepemimpinan di atas, maka penulis  (Hariyanto Imadha) bisa membuat analisa bahwa syarat pemimpin berkualitas yaitu I-S-L-A-M.

Calon pemimpin yang berkualitas menurut kriteria saya:

1.Kriteria kepribadian

Yaitu: I-S-L-A-M

a.(I)nisiatif

Punya inisiatif dan cepat mengambil inisiatif untuk segera mengatasi masalah yang dialami rakyatnya. Cukup banyhyak masalah yang dihadapi rakyat, mulai dari masalah politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan,hukum, HAM, pendidikan,kesehatan, pertanian, sumber daya alam, sumber daya ekonomi dan lain-lain. Oleh karena itu seorang calon pemimpin atau pemimpin harus didukung para pembantunya yang mempunyai ahli di bidangnya. Konsekuen melaksanakan UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tungggal Ika.

b.(S)holeh

Rajin beribadah. Mampu membuat kebijakan-kebijakan yang tidak bertentangan dengan ajaran agama apapun. Mampu menjaga kerukunan antaragama melalui para pembantunya. Tidak mempersulit berdirinya tempat-tempat peribadatan. Mampu menjaga persahabatan dan perdamaian dengan negara manapun dan mampu menjaga jarak.

c.(L)eadership

Memiliki leadership atau kepemimpinan yang kuat. Tegas, jujur, adil. Memiliki kemampuan sebagai seorang pemimpin : berkomunikasi, mempersuasi dan mampu menjalin human relationnships di antara semua komunitas yang ada. Mampu memberikan contoh yang baik bagi rakyat yang dipimpinnya. Tidak menghmbur-hamburkan uang negara atau mampu berhemat. Mampu mengurangii total utang negara. Mampu merealisasikan aspirasi rakyat. Memprioritaskan program pro rakyat. Mampu membuat APBN/APBD di mana pos anggaran pembangunan lebiih besar daripada angggaran rutin. Memprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan, daerah tertinggal dan daerah terpencil. Tidak memenntingkan diri sendiri dan tidak koorupsi, kolusi ataupun nepotisme.

d.(A)manah

Semua kebijakannya lebih bersifat pro rakyat dan memprioritaskan atau mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingannya sendiri. Rakyat ttelah membayar pajak dan pemimpin digaji memakai uang rakyat. Oleh karena itu, filsafat yang benar bukan apa yang telah rakyat berikan kepada negara, tetapi apa yang bisa diberikan kepada rakyat. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang mampu mengulurkan tangannya dalam posisi memberi dan bukan dalam posisi meminta. Antara lain, mampu menciptakan lapangan kerja, terutama bagii rakyat miskin. Bukannya dengan kebiijakan bergaya Sinterklas (bagi-bagi uang, bagi-bagi beras dan semacamnya yang bersifat ttidak mendidik). Mampu membuat undang-undang dan peraturan-peraturan yang bersifat amanah.

e.(M)andiri

Mampu membuat kebijakan secara mandiri tanpa didikte oleh pihak-pihak lain terutama oleh negara asing. Punya kemauan dan keberanian untuk menasionalisasikan semua atau sebagian besar sumber daya alam dan sumber daya ekonomi. Punya sikap dan prinsip tidak mau jadi kacung atau kulinya negara asing. Mempunyai kemamppuan sebagai seorang manajer bangsa dan negara dan bukan hanya sebagai manajer politik.

2.Kriteria berdasar quotient

Idealnya lulus tes berikut dengan nilai di atas rata-rata.

1.Tes IQ (Inteligence Quotient)

2.Tes RQ (Religion Quotient)

3.Tes LQ (Leadership Quotient)

4.Tes EQ (Emotional Quotient)

5.Tes SQ (Spiritual Quotient)

a.Kesehatan prima

b.Latarbelakang pendidikan memadai (dari PTN atau PTS ternama)

c.Syarat-syarat administratif

d.Syarat-syarat lain.

E.Bagaimana cara mengetahui kualitas para calon pemimpin?

1.Mengetahui latar belakang kehidupan calon pemimpin (kekayaannya, pekerjaannya, usaha yang dimiliki , sumber keuangannya dan lain-lain)

2.Mengetahui pretasi-prestasi atau karir-karir sebelumnya

3.Mengetahui perilakunya di masa sebelumnya

4.Mengetahui latar belakang pendidikannya (bukan dari PTS gurem)

5.Mengetahui kehidupannya sehari-hari

6.Mengetahui kepribadiannya

7.Mengetahui tingkat kecerdasannya

8.Mengetahui gagasan-gagasannya

9.Mengetahui realistis atau tidak realistisnya visi dan missinya

10.Mengetahui motivasinya mencalonkan diri

F.Untuk mendapatkan informasi itu bisa dari mana saja ?:

TV, koran, majalah, teman, internet, radio, SMS dan lain-lain.

G.Memang tidak ada calon pemimpin yang sempurna

Tentu, saya faham itu. Namun, dengan adanya kriteria itu, saya aka mencari calon pemimpin yang mendekati sempurna. Antara lain punya nilai tes rata-rata sekitar 80 hingga 90.

H.Kesimpulan

Bisa ditarik kesimpulan bahwa pemimpin yang berkualitas tidak hanya harus memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan (sehat jasmani dan rohani) skill (leadership) tetapi juga harus berperilaku/bermoral baik.

 

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973


Kategori