Oleh: psikologi2009 | Oktober 8, 2013

PSIKOLOGI: Pengalaman Saya dengan Indera Keenam

FACEBOOK-PsikologiPengalamanSayaDenganInderaKeenam

BAGI mahasiswa psikologi, istilah “indera keenam” atau “sixth sense” bukanlah istilah baru. Bahkan istilah ESP (Extra Sensory Perception) bukan lagi istilah yang aneh. Bahkan ketika saya masih SMP-pun sudah mengenal istilah itu. Maklum, ketika saya masih duduk di bangku SMP N 2 Bojonegoro, saya sudah mempunyai perpustakaan pribadi sebanyak 2.000 buku atau dua lemari. Mulai dari komik, buku silat, sampai buku-buku ekonomi, hukum, filsafat, agama, psikologi dan buku-buku pengetahuan lainnya.

Apakah indera keenam menurut anggapan umum?

Ada yang beranggapan bahwa indera keenam itu daya lebih atau kemampuan lebih yang dimiliki seseorang, oleh karena itu seseorang itu bisa melihat mahluk gaib, bisa memprediksikan suatu kejadian yang akan terjadi dan semacamnya.

Salah anggapan tentang indera keenam

Masih banyak yang salah anggapan bahwa orang yang memiliki indera keenam secara sengaja (sekali lagi: secara sengaja) bisa meramalkan nasib, jodoh, masa depan, rezeki bahkan bisa meramalkan nomor togel yang akan keluar, bisa mengusir mahluk halus dan semacamnya. Tentu ini anggapan yang salah.

Anggapan salah lainnya

Ada tiga teori. Pertama, indera keenam merupakan bisikan setan. Kedua, indera keenam merupakan bisikan malaikat.  Ketiga, indera keenam merupakan bisikan Tuhan. Ketiga teori ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Hanya berdasarkan anggapan-anggapan saja. Jadi, kita lupakan saja teori-teori ini. Bahkan, teori pertama, walaupun didukung ayat-ayat suci, tetap saja tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Lantas, indera keenam itu apa?

Indera keenam atau sixth sense adalah daya lebih yang dimiliki setiap orang sejak lahir. Ada yang sejak lahir langsung aktif, ada yang setengah aktif dan sangat banyak yang bersifat pasif. Artinya, pada dasarnya semua orang mempunyai indera keenam. Indera keenam termasuk dalam kategori intuisi  yang bermuatan firasat, sinyal, kode, isyarat, gambaran yang muncul secara tiba-tiba dan semuanya itu masih harus dijabarkan secara rasional oleh pemilik indera keenam itu. Indera keenam muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa disengajakan atau dipaksakan.

Arti indera keenam menurut Wikipedia

“Indera keenam berperan sebagai indera untuk menangkap informasi tentang dunia sekitar yang tidak bisa diperoleh dengan indera biasa. Dalam bahasa inggris, indera keenam dikenal dengan istilah sixth sense. Adapun dalam istilah teknis parapsikologi, indera keenam dikenal dengan istilah extra sensory perception atau disingkat ESP” (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Indera_keenam).

Ada berapa macam indera keenam?

Biasanya dinamakan ESP atau Extra Sensory Perception. Orang yang memiliki indera keenam hanya memiliki satu atau dua macam ESP saja. Tidak ada yang memiliki semua kemampuan ESP.

 1.Telepati : kemampuan untuk membaca pikiran orang lain (menangkap frekuensi otak)

 2.Clairvoyance : melihat sesuatu yang terjadi dari jarak jauh

 3.Precognition : kemampuan melihat masa depan

 4.Retrocognition : kemampuan untuk melihat masa lalu

 5.Mediumship : kemampuan untuk menjadi medium/penghubung dengan “arwah” (untuk yang ini ada penjelesan lebih lanjut, benarkah arwah?*)

 6.Psychometry : kemampuan untuk mendapatkan informasi hanya dengan menyentuh

 7.Astral projection : kemampuan untuk melepaskan sebagian / seluruh energi tubuh sehingga “tubuh halus” kita dapat berpindah tempat ke manapun kita suka.

Beda paranormal dan parapsikologi

Banyak orang mencampuradukkan pengertian paranormal dan parapsikologi. Paranormal itu dukun dan cara kerjanya berdasarkan “ilmu kira-kira”. Contoh: Mama Lauren. Sedangkan parapsikologi adalah orang yang mempunyai kemampuan indera keenam dan cara kerjanya berbasiskan psikologi. Contoh: Jayabaya.

Pendapat sebagian ulama

Ada ulama yang berpendapat ESP itu ilmiah dan bisa dibuktikan, antara lain menggunakan video aura atau foto aura. Namun, sebagian ulama mengatakan kekuatan ESP adalah kekuatan ghaib dan merupakan kekuatan mahluk ghaib pula. Pendapat kedua ini kadang-kadang dikaitkan dengan ayat-ayat suci. Bisa jadi ,ulama ini menggunakan Ilmu “TakTikTuk” (oTak aTik gaTuk) di mana ayat-ayat suci dicocok-cocokkan sesuai selera tafsir pribadinya. Tentu, mana yang benar terserah persepsi masing-masing orang. Tidak perlu diperdebatkan.

Apakah saya mempunyai indera keenam?

Sejak saya masih di TK hingga sekarang, memang sering mengalami sesuatu yang aneh. Ada semacam intuisi atau bisikan secara tiba-tiba yang bersifat mengatakan atau informasi akan terjadinya sesuatu (prerecognition). Apakah saya punya indera keenam atau tidak, belum saya buktikan. Sebab untuk membuktikan bisa dengan cara melalui video aura atau foto aura yang biayanya cukup mahal (sekitar Rp 250.000 pada tahun 2013 dan  kalau belum naik)

Apa saja pengalaman saya?

Saya lupa tahun kejadiannya, tetapi saya ingat kejadiannya. Namun, yang ingin saya tulis di sini hanya beberapa saja.

1.Pengalaman aneh saat TK

Sewaktu saya sekolah di TK (Taman Kanak-kanak) “TUNAS”, Jl. Diponegoro, Bojonegoro, saya punya pengalaman aneh. Seperti biasa, saya selalu menjadi murid TK yang paling rajin. Pintu TK belum dibuka, saya sudah hadir. Sayapun duduk-duduk di depan TK sambil menunggu pintu TK dibuka. Entah kenapa, begitu pintu TK dibuka, saya langsung bilang ke petugas yang membukakan pintu “ Ada apa di bawah pohon jeruk?”. Pertanyaan itu ditertawakan petugas. Namun saya tetap memaksa petugas TK untuk melihat di bawah pohon jeruk yang ada di halaman belakang. Ternyata benar, ada seekor ular cukup besar.

Saat di SR atau SD, saya tidak mempunyai pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan indera keenam.

2.Pengalaman saat SR atau SD

Saat itu sedang ramai-ramainya peristiwa G-30-S PKI. Banyak orang-orang yang serba ketakutan. Banyak yang berusaha mencari keselamatan. Ada yang berdoa terus menerus. Ada yang melarikan diri entah ke mana. Dan puluhan ribu orang-orang berkunjung ke Mbah Suro meminta perlindungan. Dan mereka semua mendapatkan pentungan, kolor (karet/tali kolor) dan iket (ikat kepala berupa kain berwarna hitam). Tiba-tiba saja saya nyeletuk : PKI…! Beberapa orang yang ada di dekat saya heran dan bertanya, apa maksud saya bilang begitu. Saya jawab, (p)entungan,(k)olor dan (iket), kalau disingkat artinya PKI…! Merekapun faham maksud saya.

2a.Pengalaman sewaktu di SMP

Masih belum saya ingat.

3.Pengalaman ketika di SMA

Begitu mendaftar di SMAN 1 Bojonegoro (dulu namanya SMA Negara), entah kenapa saya bilang ke teman saya :” Saya mungkin nggak lama di SMA ini”. Ketika teman saya bertanya, kenapa? Saya tidak bisa menjawab. Jawabannya baru saya ketahui setelah menerima raport. Ternyata Bahasa Indonesia saya dapat angka 5. Artinya, saya tidak mungkin bisa naik kelas. Kenapa kok dapat angka 5? Begini, ketika saya di dalam kelas (jam istirahat), di pintu ada siswi (saya pikir siswi) yang sedang bersandar di kusen pintu. Dari belakang, belakang lututnya saya tendang pelan (maksud saya becanda) dan dia hampir saja jatuh. Ketika dia melihat saya, betapa terkejutnya saya. Ternyata dia bu guru Bahasa Indonesia saya. Akhirnya saya pindah ke SMAN 4 Surabaya langsung kelas dua.

4.Pengalaman saat kuliah

Saat itu Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti menerapkan Sistem Paket. Artinya, semua matakuliah harus lulus sebagai syarat naik tingkat. Saya nyangkut di satu matakuliah, terpaksa secara teori saya selama satu tahun hanya kuliah satu matakuliah saja. Akhirnya saya kuliah merangkap di Akademi Bahasa Asing, FSUI, FMIPA UT,FHUI Extension dan Fakultas Filsafat UGM. Saat saya kuliah merangkap itulah saya merasakan keanehan-keanehan. Saya tiba-tiba bisa memprediksikan soal-soal ujian semester yang akan keluar. Dan itulah sebabnya semua matakuliah bisa saya tempuh dengan mudah dan lulus semua dengan nilai rata-rata B.

5.Saat belum dapat pekerjaan

Di tempat kos, saya sedang istirahat. Maklum, selesai wisuda tapi belum dapat kerjaan. Teman-teman kos di kamar saya sambil ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Tiba-tiba saya mengambil spidol besar dan menulis di tembok: “Presiden Megawati”. Teman-teman kos tertawa terpingkal-pingkal. Ternyata, 15 tahun kemudian, Megawati benar-benar terpilih oleh MPR sebagai presiden.

5.Pengalaman saat bekerja

Dulu, saya pernah bekerja sebagai konsultan manajemen. Tepatnya konsultan pelaksana sisdur perpajakan Dati II yaitu menggantikan Sistem Mapenda ke Sistem Mapatda. Tugasnya di berbagai kota di Indonesia. Saat saya bertugas di Kabupaten Jember, tiap Sabtu memang saya pulang ke Surabaya (sebagai home base saya). Ketika naik bus (belum jalan) di terminal Jember, tiba-tiba indera keenam saya mengatakan supaya saya pindah ke bus belakang (belum berangkat). Tanpa berpikir panjang, saya pindah ke bus belakang. Tak lama bus depan (yang sebelumnya saya duduki) berangkat. Lima belas menit kemudian bus saya berangkat. Di tengah perjalanan saya melihat kecelakaan antara bus dengan truk. Bus rusak parah dan kabarnya sopir dan semua penumpang yang duduk di depan tewas. Ternyata bus itu adalah bus yang semula saya duduki. Sayapun mengerti kenapa saya harus pindah. Jika tidak pindah, pasti saya tewas.

6.Pengalaman saat kontrak kerja saya habis

Saat itu ibu saya sakit dan dirawat di Surabaya.  Tiba-tiba saya dibayangi angka “6” dan angka “7”. Sesudah saya analisa dan saya jabarkan, maka saya bilang ke kakak ipar saya bahwa ibu akan wafat pada 6 Juli. Sesudah mengatakan demikian, esok harinya saya kembali ke Jakarta. Dua bulan kemudian, tepatnya 6 Juli, saya mendapat berita, ibu wafat dan sudah dibawa ke Bojonegoro. Esok harinya saya segera ke Bojnegoro dan berziarah di TPU Rideran, Jl. Teuku Umar, Bojonegoro. Tetulis di nisan, ibu wafat tepat 6 Juli.

7.Prediksi-prediksi lainnya

Selanjutnya beberapa prediksi saya yang terbukti

-Awal dan akhir pemerintahan SBY akan terjadi bencana alam luar biasa (mega disaster) dimuat di Harian Banjarmasin Post. Terbukti, beberapa bulan kemudian terjadi tsunami Aceh.

-Saya prediksikan Gus Dur akan dilengserkan (dimuat di harian Surya)

-Begitu ada gempa di Yogya, saya prediksikan Jawa Timur akan “peteng dedet” (dimuat di Harian Surya). Ternyata, “peteng dedet” adalah warna lumpur Lapindo.

-Saat ada MOU antara GAM Aceh dan pemerintah Indonesia, saya memprediksikan, bendera mirip GAM akan berkibar di NAD Aceh (dimuat di Harian Jawa Pos) dan beberapa tahun kemudian terbukti. Yang belum terbukti yaitu, NAD Aceh akan mengadakan referendum lokal dengan pertanyaan “tetap bergabung dengan NKRI ataukah memisahkan diri dari NKRI.

8.Prediksi berdasarkan analisa psikologi-politik

Prediksi berdasarkan indera keenam dan berdasarkan analisa psikologi-politik tentu berbeda. Prediksi berdasarkan indera keenam sifatnya tiba-tiba dan tidak bisa disengajakan. Sedangkan prediksi berdasarkan analisa psikologi-politik bisa disengajakan.

Antara lain:

-Prediksi hasil pilgub Jabar (dimuat di Facebook) terbukti benar

-Prediksi hasil pilgub Jateng (dimuat di Facebook) terbukti benar

-Prediksi hasil pilgub Jatim (dimuat di Facebook) terbukti benar

-Prediksi hasil pilgub Sumut (dimuat di Facebook) terbukti benar

-Prediksi hasil pilgub Sumsel (dimuat di Facebook) terbukti benar

9.Sangat banyak pengalaman

Sebenarnya saya punya sangat banyak dengan pengalaman saya dengan indera keenam yang saya miliki (precognition) namun tidak mungkin semuanya saya tulis dalam artikel ini.

10. Benarkah saya punya indera keenam?

Apakah indera keenam bisa dibuktikan secara ilmiah? Terbukti, satu demi satu kemampuan indera keenam bisa dibuktikan secara ilmiah.

Memang, ada beberapa ciri orang yang punya indera keenam saya miliki, antara lain saya punya IQ tinggi ,yaitu 165 Standar Mensa. Sedangkan Albert Einstein 170 . Apakah saya benar-benar punya indera keenam? Untuk membuktikan, saya harus melakukan video aura atau foto aura dulu. Ini belum saya lakukan mengingat biaya yang cukup mahal (Rp 250.000 tahun 2013 dan itupun kalau belum naik). Jadi, sebelum ada bukti-bukti yang ilmiah, ya…saya belum bisa percaya 100%. Kapan saya akan membuat video aura atau foto aura? Tentunya menunggu uang lebih. Di mana? Di Plasa Mangga Dua, lantai IV, Jakarta.

Prediksi saya yang belum terbukti

Yaitu, di akhir masa Jabatan Presiden SBY, akan terjadi bencana luar biasa dahsyat. Yaitu Bencana Pulau Jawa Selatan (pernah saya prediksikan dalam bentuk cerpen dengan judul : “Tragedi Pulau Jawa Selatan 2014). Berupa gempa bumi tektonik besar di Laut Jawa Selatan. Ini saya prediksikan sejak 2004 jauh sebelum para ahli geologi Amerika, Australia dan Jepang mempunyai prediksi yang sama).

Indera keenam mendahului kehendak Tuhan?

Tidak perlu diperdebatkan. Bahkan tafsir kitab sucipun belum tentu 100% benar.

Sesungguhnya manusia tidak tahu apa-apa tentang hal-hal yang ghaib sifatnya.

Artikel ini hendaknya dipahami sebagai “sharing” pengalaman saja.

Tidak perlu diperdebatkan.

Sumber gambar: magicianshares.blogspot.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973


Kategori