Oleh: psikologi2009 | Oktober 13, 2013

PSIKOLOGI: Saiki Jaman Edan Akeh Wong Bodo Rumongso Pinter Akeh Wong Pinter Rumongso Jujur

FACEBOOK-PsikologiSaikiJamanEdanAkehWongBodoRumongsoPinter

RONGGO WARSITO pernah menuliskan prediksi Jayabaya tentang datangnya “Jaman Edan” di mana orang bodoh merasa pandai dan orang pandai merasa jujur. Mungkin itu dimulai dari jamannya Soeharto hingga jamannya SBY. Apakah masih berlanjut? Belum bisa dijawab secara pasti.

Ada dua kategori manusia

Yaitu:

1.Wong bodo rumongso pinter

2.Wong pinter rumongso jujur

Ad.1.Wong bodo rumongso pinter

Artinya, orang bodoh merasai pandai.

Contoh:

-Tidak mengerti ilmu bahasa merasa mengerti ilmu bahasa

-Tidak mengerti ilmu logika merasa mengerti ilmu logika

-Imunya sedikit tetapi mengritik orang yang ilmunya banyak

-Tidak ikut berkarya tetapi mengritik karya orang lain

-Tidak memahami gagasan orang lain secara mendetail tetapi merasa lebih mengerti

-Tidak mengerti tetapi tidak mau bertanya

-Ingin menipu tetapi tidak profesional

-Tidak faham maksud sebuah tulisan orang lain tetapi mencela

-Sudah diberitahu gelar sarjananya salah atau cara memakainya salah tetapi tetap dipakai

-Sudah diberitahu gelar haji/hajah bukan ajaran Islam tetap ngotot dipakai

Ciri-ciri “wong bodo rumongso pinter”

Antara lain:

-Cara berpikirnya dogmatis-pasif

-Enggan menerima pendapat orang lain yang benar

-Merasa pendapatnya sendirilah yang benar

-Tidak menguasai ilmu logika yang berakibat tidak tahu mana yang sesungguhnya benar dan mana yang sesungguhnya salah

-Egois

-Suka ngeyel

-Argumentasinya tidak logis atau tidak ilmiah

-Suka menuruti kata hati sendiri

-Tidak rasional

-Cenderung menyalahkan orang lain yang sesungguhnya tidak salah

Ad.2.Wong pinter rumongso jujur

Yaitu orang yang pandai tetapi selalu merasa jujur.

Contoh:

-Korupsi kolusi nepotisme tetapi tidak mengakui

-Melakukan suap sogok pungli tetapi tidak mengakui

-Melakukan dinasti politik tetapi tidak mengakui

-Melakukan kecurangan dalam pemilu tetapi tidak mau mengakui

-Berbuat nepotisme tetapi tidak mengakui

-Kenal dengan makelar bisnis tetapi tidak mengakui

-Menerima bantuan dana asing untuk keperluan “nyapres” tetapi tidak mengakui

-Membohongi rakyat tetapi tidak mengakui

-Suka memanipulasi data , angka atau fakta tetapi tidak mengakui

-Melakukan kesalahan tetapi tidak mengakui

Ciri-ciri wong pinter rumongso jujur

Antara lain:

-Cara berpikirnya dogmatis-spekulatif

-Biasanya menjadi pemimpin, pejabat, wakil rakyat atau politisi

-Biasanya berpendidikan tinggi dan suka pamer gelar

-Biasanya penampilannya rapi atau perlente

-Gaya bahasanya selalu berusaha meyakinkan orang lain

-Selalu berusaha menutupi kejadian yang sesungguhnya

-Cenderung mengancam orang lain yang dianggap akan mengungkapkan ketidakjujurannya

-Pada umumnya hati nuraninya tumpul

-Gaya hidupnya cenderung hedonistis

-Beribadah hanya dijadikan ritual basa-basi saja untuk menutupi perbuatan buruknya

Kenapa ada orang demikian?

Secara umum, mereka berdua memang mempunyai kepribadian snob (sok pintar dan sok jujur), Kepribadian yang demikian bisa diakibatkan oleh berbagai sebab. Antara lain:

-Sejak lahir memang sudah mempunyai gen jahat yang aktif

-Mentalitas yang kurang sehat

-Memahami agama hanya kulit-kulitnya saja

-Kadar emosionalitas lebih tinggi daripada kadar rasionalitas

-Kurangnya pengendalian diri

Bagaimana solusinya

Tentunya tergantung kesadaran masing-masing untuk mengubah kepribadian buruknya. Dan ini sulit. Itulah sebabnya orang yang demikian sepanjang hidupnya selalu mempunyai format berpikir yang sama. Selalu cenderung mengulangi perbuatan yang sama. Perlu shock therapy jangka panjang dengan cara berkonsultasi dengan psikolog. Namun biasanya mereka cenderung tidak melakukannya karena selalu merasa pendapatnyalah yang benar. Artinya, sangat sulit “disembuhkan” dan cenderung menjadi kepribadian buruk yang permanen. Kecuali, jaman telah berubah. Sebab, cara berpikir orang juga bisa berubah kalau faktor lingkungan juga berubah.

Pertanyaan

Sampai kapan Jaman Edan akan berakhir? Jawabannya: Sampai rakyat bisa membedakan mana calon pemimpin dan calon wakil rakyat yang berkualitas dan mana yang tidak berkualitas dan hanya memilih yang benar-benar paling berkualitas di mata rakyat dan di mata Tuhan.

Kesimpulan

Akeh wong bodo rumongso pinter dan akeh wong pinter romongso jujur adalah dua ciri dari masyarakat yang sedang “sakit”.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973


Kategori