Oleh: psikologi2009 | Februari 2, 2014

PSIKOLOGI: Beda Bodoh Permanen dan Bodoh Sementara

FACEBOOK-PsikologiBedaBodohPermanenDanBodohSementara

DI DUNIA ini hanya ada dua kategori orang bodoh. Yaitu, bodoh permanen dan nodoh sementara. Orang yang bodoh pemanen, sejak lahir hingga meninggal, tetap saja bodoh. Tidak bisa pandai. Sebalinya, orang yang bodoh sementara, dalam perkembangannya bisa menjadi pandai. Kenapa bisa begitu? Tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhi, terutama yang berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki seseorang.

Macam-macam bodoh

1-Bodoh karena memiliki gen bodoh, penyakit atau kerusakan otak

2-Bodoh karena belum tahu atau tidak tahu

3-Bodoh karena mengulangi kesalahan yang sama

4-Bodoh karena tidak mengerti

5-Bodoh karena tidak mau mengikuti pendapat orang lain yang benar

6-Bodoh karena pertimbangan politik

7-Bodoh karena moral yang buruk

8-Bodoh karena tingkat inteligensianya (IQ-nya)sangat rendah

9-Bodoh karena ilmunya/pengetahuannya/pengalamannya sedikit

10-Bodoh karena cara berlogika yang salah

Ad.1-Bodoh karena memiliki gen bodoh, penyakit atau kerusakan otak

Di samping ada gen kecerdasan juga ada gen bodoh. Artinya, memang ada orang yang memiliki potensi bodoh. Bisa juga orang menjadi bodoh karena penyakit yang mengganggu kerja otaknya. Bahkan bisa bodoh karena mengalami kerusakan otak, baik sejak lahir maupun karena kecelakaan. Bisa juga karena mengalami kelainan gen (tidak normal).

Ad.2-Bodoh karena belum tahu atau tidak tahu

Orang bisa dikatakan nodoh karena belum atau tidak tahu. Misalnya, belum tahu caranya membuka pintu lift. Belum tahu caranya menstransfer uang lewat bank. Belum mengerti caranya menambal ban mobil yang bocor. Dan kebelumtahuannya dalam hal-hal tertentu lainnya.

Ad.3-Bodoh karena mengulangi kesalahan yang sama

Suda pernah mengalami kesalahan. Tetapi kesalahan serupa dengan penyebab yang sama, diulangi lagi. Maka orang demikian juga bisa dianggap bodoh.

Ad.4-Bodoh karena tidak mengerti

Biasanya orang bodeh demikian karena daya tangkapnya rendah. Diberitahu berkali-kali tetap saja sulit mengerti. Namun kalau diberi contoh kongkrit, biasanya baru bisa mengerti.

Ad.5-Bodoh karena tidak mau mengikuti pendapat orang lain yang benar

Memang ada orang yang merasa pendapatnya sendiri benar, padahal salah. Pendapat orang lain yang benar, justru dianggap salah. Dia tetap mengikuti kata hatinya yang dianggap enar, padahal salah.

Ad.6-Bodoh karena pertimbangan politik

Biasanya politisi banyak yang mengalami kebodohan politik. Misalnya, membuat kebijakan-kebijakan yang justru merugikan banyak orang. Salah kelola APBN atau keuangan negara. Menjual kekayaan alam dengan harga yang sangat murah. Membuat undang-undang yang menguntungkan kapitalis asing atau negara asing. Dan kebijakan-kebijakan politik bodoh lainnya.

Ad.7-Bodoh karena moral yang buruk

Banyak juga orang bodoh karena moral yang buruk. Cari uang secara halal sangat banyak kesempatannya, tetapi korupsi. Sudah punya isteri, tetapi berzinah di luar. Kebodohan ini jelas melanggar nilai-nilai etika, nilai sosial maupun nilai moral agama.

Ad.8-Bodoh karena tingkat inteligensianya (IQ-nya)sangat rendah

IQ orang tidak ada yang sama. Ada yang sangat rendah, rendah, cukup rendah, hampir rendah, sedang, agak baik, baik, lebih baik, baik sekali dan sangat baik dan paling baik. IQ seseorang bisa naik bisa turuntergantung dari banyak faktor, antara lain usia, kesehatan, konsentrasi,mudah atau sulitnya soal tes IQ ,suasana sekitar dan faktor lain-lain. Namun secara umum, IQ seseorang relatif stabil. Orang yang IQ-nya sangat rendah, rendah, cukup rendah, hampir rendah, tergolong orang yang bodoh.

Ad.9-Bodoh karena ilmunya/pengetahuannya/pengalamannya sedikit

Orang yang tahunya sedikit, cenderung bodoh. Misalnya, hanya tahu agama saja, psikologi tidak faham, ilmu logika tidak faham,ilmu filsafat tidak faham,ilmu hukum tidak faham,ilmu matematika tidak faham,ilmu bahasa tidak mengerti,ilmu budaya kurang tahu, ketika dia bicara di luar ilmu agama dan merasa mengerti, maka dia akan melakukan pendapat-pendapat yang salah dan dianggap bodoh. Misalnya, tidak menguasai ilmu logika tetapi merasa mengerti logika.

Ad.10-Bodoh karena cara berlogika yang salah

Yaitu orang yang cara berlogikanya salah. Apapun yang dibicarakan seringkali mengalami kesesatan berlogika sebab dia tidak memahami bagaimana caranya berlogika secara baikdan benar. Cara berlogika yang salah banyak faktor penyebabnya dan tidak akan dibahas di dalam artikel ini.

Ada dua macam orang bodoh

Secara umum ada dua macam orang bodoh.

1.Bodoh permanen

2.Bodoh sementara

Ad.1.Bodoh permanen

Bodoh permanen bisa karena sejak lahir memiliki gen kecerdasan yang sangat rendah (idiot). Disebut juga bodoh secara bioogis. Namun bagi orang yang memiliki tingkat kecerdasan normal, tapi cara berlogikanya dogmatis-pasif, maka dia akan mengalami keboohan permanen. Sebab, dia selalu enolak pendapat orang lain yang berbeda. Pendapat orang lain yang berbeda (walaupun benar) akan diangapnya salah. Baginya, pendapat yang benar adalah pendapat dirinya sendiri. Bodoh demiian bukan karena faktor pendidikan yang rendah. Walaupun berstatus mahasiswa, bergelar S1,S2,S3 dan bergelar profesor, kalau cara berlogikanya dogmatis-statis, dia akan selalu terjebak pada logika-logika yang sesat atau salah. Orang yang mengalami bodoh peranen karena cara berlogika dogmatis-pasif, mempunyai ciri-ciri khas. Yaitu, suka ngeyel, tetapi salah.

Ad.2.Bodoh sementara

Bodoh sementara yaitu orang yang memiliki gen kecerdasan yang normal. IQ yang normal. Pendidikan yang normal. Cara berlogianya dogmatis-aktif. Artinya, jika ada pendapat orang lain yang berbeda, maka akan dipelajarinya dengan cermat. Jika pendapat orang lain yang berbeda dianggapnya masuk akal, maka dia bisa saja menerimanya. Bahkan dia mampu mengakui kesalahan berpikirnya.Biasanya bodoh sementara ini bisa ditingkatkan menjadi pandai hingga tingkat tertentu tergantung tingkat IQ-nya. Semakin banyak membaca buku-buku yang berkualitas, maka kebodohan permanennya akan bisa berkurang secara bertahap. Bisa berubah pandai hingga tingkat tertentu.

Kesimpulan

1.Jika tingkat kecerdasannya normal, maka orang bisa menjadi bodoh karena cara berlogikanya dogmatis-pasif. Walaupun berpredikat mahasiswa, punya gelar S1,S2 dan S3 atau predikat profesor, kalau cara berlogikanya dogmatis-pasif (merasa pendapatnya sendiri yang benar), tidak menambah pengetahuan dan ilmu pengetahuan, maka dia akan menjadi orang bodoh yang permanen. Apalagi kalau terpengaruh oleh ideologi politik atau agama yang ekstrim.

2.Jika tingkat kecerdasannya normal, maka orang ini bisa berubah menjadi pandai kalau cara berlogikanya dogmatis-pasif. Mau enerima pendapat orang-orang pandai, mau mengakui ketidaktahuannya. Mau menambah pengetahuan dengan cara banyak-banyak membaca buku atau sekolah/kuliah yang lebih tinggi lagi. Biasanya bisa lebih pandai lagi kalau mau membaca banyak buku yang berkualitas.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Kategori

%d blogger menyukai ini: