Oleh: psikologi2009 | Februari 13, 2014

PSIKOLOGI: Membenci Agama Lain Merupakan Penyakit Hati

FACEBOOK-PsikologiMembenciAgamaLainMerupakanPenyakitHati

MEMANG, sebagian umat beragama cenderung menganggap agamanya sendirilah merupakan agama yang paling benar, baik dan sempurna. Sangat manusiawai sebab semua orang punya kecenderungan mempunyai kecenderungan demikian. Manusia, tiap orang, memang cenderung bersikap subjektif sebab melihat segala sesuatu dari sudut dirinya sendiri. Namun, kecenderungan demikian mempunyai implikasi yang cukup kuat dan negatif, cenderung tidak suka bahkan membenci agama lain. Seolah-olah agama lain merupakan musuh atau ancaman bagi agamanya atau dirinya sendiri. Tanpa disadari, sikap membenci agama lain sebenarnya merupakan salah satu bentuk penyakit hati.

Apakah penyakit hati itu?

Penyakit hati di sini bukan dalam arti penyakit liver. Makssud penyakit hati di sini ada hubungannya dengan masalah psikologis. Masalah kejiwaan seseorang. Tepatnya, masalah kesehatan jiwa seseorang.

Secara umum, didalam konteks psikologi, penyakit hati adalah cara pandang dan cara sikap negatif terhadap segala sesuatu yang tidak disukainya secara subjektif yang seringkali tidak didukung alasan-alasan yang rasional. Terutama di dalam kontek agama lain.

Macam-macam penyakit hati

25 penyakit hati terhadap agama lain tersebut adalah:

1. Iri

Yaitu sikap merasa adanya ketidak adilan karena orang lain (yang beragama lain) mempunyai kelebihan sedangkan dirinya merasa kekurangan.

2. Dengki

Yaitu sikap tidak suka akibat perselisihan pendapat karena menganggap pendapatnyalah yang benar sedangkan pendapat orang lain (yang beragama lain) salah. Tetapi seseorang merasa sakit hati kalau ada orang lain selalu menyalahkan pendapatnya padahal sesungguhnya pendapatnya memang salah.

3. Penghasut

Yaitu sikap memecah belah pihak-pihak tertentu (yang beragama lain)  dengan tujuan tertentu pula.

4. Fitnah

Yaitu mengabarkan sesuatu kepada orang lain (yang beragama lain) tentang sesuatu yang dialami orang lain dan kabar itu disampaikan secara tidak benar dan tidak didukung oleh bukti atau saksi yang kuat.

5. Khianat

Yaitu sikap berbalik dari sikap orang lain (yang beragama lain) atau berbalik bersikap negatif terhadap seseorang yang sebenarnya memberikan kepercayaan kepada dirinya.

6. Mengeluh

Yaitu sikap yang selalu kurang puas terhadap segala sesuatu yang sudah dimiliki atau yang belum dimiliki tanpa disokong rasa bersyukur sedikitpun dan merasa orang lain (yang beragama lain) memiliki sesuatu lebih banyak.

7. Pendusta

Yaitu sikap mengatakan sesuatu (yang beragama lain) kepada orang lain yang tidak ada nilai-nilai kebenarannya.

8. Cinta Dunia

Yaitu sikap hidup yang serba materialis dan hedonis seolah-olah hidup hanya satu kali di dunia ini dan menganggap hal-hal yang bersifat duniawi merupakan sumber kesenangan dan kebahagiaan yang sesungguhnya dan tidak mau kalah dengan kehidupan orang lain (yang beragama lain)

9. Ego

Yaitu sikap yang cenderung selalu mementingkan kepentingan pribadi dirinya sendiri daripada memikirkan kepentingan orang lain (yang beragama lain)

10. Cuek

Yaitu sikap tidak peduli terhadap keadaan sekitarnya atau orang lain (yang beragama lain) karena dianggap tidak begitu penting.

11. Lalai

Yaitu sikap melupakan sesuatu atau mengabaikan sesuatu yang merupakan kewajiban bagi dirinya terhadap orang lain (yang beragama lain)

12. Was-was (tergesa-gesa)

Yaitu sikap khawatir, takut, yang sebenarnya bersumber kepada kesalahannya sendiri tetapi menganggap sumbernya dari orang lain (yang beragama lain)

13. Khilaf

Yaitu sikap negatif karena telah melakukan sesuatu yang salah, baik disengaja maupun tidak sengaja, yang biasanya merugikan pihak orang lain (yang beragama lain) maupun dirinya sendiri.

14. Jahil (Tidak berilmu)

Yaitu sikap tidak menghargai pendapat orang lain (yang beragama lain) karena orang lain dianggap orang yang tidak berilmu atau berilmu rendah dibandingkan ilmu yang dimilikinya.

15. Berburuk Sangka

Yaitu cara pandang negatif terhadap segala sesuatu yang dilakukan orang lain y(yang beragama lain) yang belum tentu benar-benar negatif.

16. Bakhil (Pelit)

Yaitu sikap tidak mau berbagi rezeki dengan orang lain (yang beragama lain) karena merasa takut kekayaannya akan berkurang dan bisaa jatuh miskin dan menganggap sikap itu sebagai sebuah penghematan.

17. Berputus Asa

Yaitu sikap mudah menyerah, takut menghadapi tantangan dan merasa tidak ada solusi atau jalan keluar atas sesuatu atau segala sesuatu masalah atau tujuan yang sedang dihadapinya terhadap orang lain (yang beragama lain).

18. Pemarah

Yaitu ungkapan emosi terhadap orang lain y(yang beragama lain) ang pada umumnya tidak didukung penalaran atau didukung penalaran yang sangat pendek dan ada kecenderungan pihak lainlah yang bersalah daan bukan dirinya yang salah.

19. Dendam

Yaitu sikap negatif atas perbuatan orang lain (yang beragama lain) yang juga dianggapnya negatif dan secara tidak disadari atau disadari akan melakukan hal serupa atau lebih negatif lagi terhadap orang lain tersebut yang telah dianggapnya berbuat negatif terhadap dirinya.

20. Sombong

Yaitu sikap merasa paling benar, paling tahu dan paling mengerti dibandingkan orang lain (yang beragama lain) padahal orang lain sebenarnya lebih benar, lebih tahu dan lebih mengerti.

21. ‘Ujub (Membanggakan Diri)

Yaitu sikap bangga atas segala sesuatu yang dimiliki dan merasa apa yang dimiliki tidak mungkin dmiliki orang lain (yang beragama lain) kecuali hanya dirinya sendiri.

22. Merendahkan Orang Lain.

Yaitu sikap tidak bisa menghargai pendapat atau tindakan orang lain (yang beragama lain) yang dianggapnya rendah, tidak bermutu, tidak ada manfaatnya dan merasa dirinyalah yang punya nilai lebih.

23. Taraffu (Suka Menonjolkan Diri)

Yaitu sikap yang suka menunjukkan sesuatu atau pamer sesuatu tentang apa saja yang dimiliki atau yang dia lakukan, termasuk pamer gelar sarjana, pamer gelar haji, pamer mobi mewah, pamer rumah mewah, pamer prestasi dan merasa hanya dia sendiri yang mempunyainya atau sanggup melakukannya terhadap orang lain (yang beragama lain).

24. Terlena Dengan Hawa Nafsu

Yaitu sikap selalu merasa kurang sehingga selalu berusaha memiliki sesuatu yang berlebihan melebihi apa yang sebenarnya sudah cukup dimilikinya dibandingkan dengan orang lain (yang beragama lain).

25. Riya

Yaitu sikap mengatakan kebaikan dirinya kepada orang lain(yang beragama lain)  , mengatakan segala perbuatan baiknya kepada orang lain dengan tujuan supaya orang tahu dan memujinya.

Dan lain sebagainya

Membenci agama lain termasuk penyakit hati

Tanpa disadari, semua  atau sebagian jenis penyakit hati di atas dimiliki oleh orang yang membenci agama lain. Karena tanpa disadari orang yang membenci agama orang lain mempunyai semua atau sebagian sikap iri, dengki, penghasut, fitnah, khianat, mengeluh, pendusta, cinta dunia, ego,cuek,lalai,was-was (tergesa-gesa),khilaf,jahil (tidak berilmu),berburuk sangka,bakhil (pelit),berputus asa,pemarah,dendam,sombong, ‘ujub (membanggakan diri),merendahkan orang Lain,taraffu (suka menonjolkan diri),terlena dengan hawa nafsu dan riya.

Kesimpulan

Bisa ditarik kesimpulan bahwa membenci agama lain merupakan kumpulan dari semua atau sebagian macam penyakit hati atau merupakan sumber daripada semua atau sebagian penyakit hati.

Semoga bermanfaat

(Sumber  : Dari berbagai sumber dan digubah dalam konteks psikologi)

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973


Kategori