Oleh: psikologi2009 | Maret 28, 2014

PSIKOLOGI: Kaya Karena Hasil Korupsi Kok Bangga? Rasa Bangga Yang Salah Tempat

PSIKOLOGI-KayaKarenaKorupsiKokBangga

BANYAK orang Indonesia yang merasa bangga kalau melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu dibanggakan. Atau, rasa bangga yang salah tempat. Fenomena ini merata se-Indonesia. Tanpa disadari mereka merasa hal demikian wajar-wajar saja. Padahal, justru hal seperti itu merupakan hal yang tidak wajar. Sebab, rasa bangga yang salah tempat merupakan manifestasi dari kebodohan dalam hal cara berpikir.

Apakah rasa bangga itu?

Rasa bangga yang benar yaitu sebuah rasa senang kepada diri sendiri karena seseorang berhasil mencapai suatu tujuan, prestasi, atau pencapaian ataupun kesuksesan dalam suatu usaha tertentu yang dicapainya dengan tujuan yang benar dan cara yang benar.

Rasa bangga yang salah tempat

Namun, dalam prakteknya banyak masyarakat Indonesia yang merasa bangga, tetapi salah tempat.

Contoh:

1.Pamer kekayaan hasil korupsi
2.Menjadi anggota geng motor
3.Tawuran
4.Memakai gelar H/Hj
5.Memakai gelar dengan cara yang salah
6.Mobil kredit
7.Ijasah dan gelar palsu
8.Menang pemilu karena curang
9.Cantik hasil operasi pastik
10.Menyelenggarakan acara shalat berjamaah berhadiah

Ad.1.Pamer kekayaan hasil korupsi

Di Indonesia banyak orang kaya. Ada yang dari bisnis, ada yang karena dapar warisan namun ada juga karena hasil korupsi. Banyak orang bangga punya rumah mewah dalam jumlah banyak. Juga, punya banyak mobil mewah, deposito milyaran hingga triliunan rupiah, punya ribuan batang emas murni, punya puluhan perusahaan besar, berpeti-peti perhiasan emas permata berlian dan lain-lain. Padahal, semuanya adalah hasil korupsi. Meskipun demikian bangganya setengah mati seolah-olah itu dianggap sebagai sebuah kesuksesan.

Ad.2.Menjadi anggota geng motor

Bagi sebagian orang, terutama remaja, menjadi anggota geng motor juga bisa merupakan sumber kebanggaan. Merasa hebat, ditakuti banyak orang dan menjadi bahan pembicaraan orang. Apalagi, semakin anarki dan brutal, mereka semakin bangga. Mereka bisa berbuat semena-mena terhadap orang lain. Bangga kalau bisa merampok barang-barang di mini market. Bangga kalau bisa memperkosa cewek caantik. Bangga kalau bisa merampas motor milik orang lain. Bangga kalau bisa melukai atau membunuh orang lain yang bukan kelompoknya.

Ad.3.Tawuran

Cukup sering terjadi tawuran, baik antar pelajar maupun antar mahasiswa. Mereka bangga kalau bisa merusak atau membakar fakultas atau kampus atau sekolah lain. Merka bangga kalau bisa merusak dan membakar motor-motor milik lawannya. Mereka bangga kalau bisa melukai beberapa kawan tawurannya. Padahal, kadang-kadang persoalannya sepele saja. Tapi mereka bangga. Lebih bangga lagi kalau lawan-lawannya lari tunggang langgang.

Ad.4.Memakai gelar H/Hj

Banyak orang Indonesia bangga kalau memakai gelar Haji atau H atau Hj atau Hajah. Mereka langsung encantumkan gelar H/Hj-nya di kartu nama, undangan, dan ditulis di mana-mana. Mereka merasa bangga menggunakan gelar H/Hj. Padahal, gelar tersebut merupakan ciptaan orang Belanda di jaman Kesultanan Banten. Padahal juga, gelar tersebut bukan ajaran Islam, bukan ajaran Nabi Muhammad SAW dan tidak ada hadisnya. Pada dasarnya gelar H/Hj merupakan gelar narsis karena diberikan oleh dirinya sendiri.

Ad.5.Memakai gelar dengan cara yang salah

Banyak juga sarjana yang salah memakai gelarnya. Antara lain memakai gelar-gelar yang secara hukum dinyakatakan tidak berlaku. Antara lain gelar Ir, Dra, Drs, SmHk, BcHk dan lain-lain. Atau bangga memakai gelar S1,S2 sekaligus. Padahal memakai gelar S1,S2 sekaligus merupakan kesalahan berlogika yang saangat fatal dan sekaligus justru menunjukkan kebodohan dalam hal bernalar. Tapi, mereka tetap bangga untuk mempertahankan ketololannya itu.

Ad.6.Mobil kredit

Banyak orang punya mobil, waalaupun mobil kredit. Tiap lebaran, pulang membawa mobil kredit dan dipamerkan ke orang-orang di kampung halamannya. Mereka bangga bisa bangga walaupun itu mobil kredit. Ingin memberi kesan kalau mereka itu kaya raya. Ingin memberi kesan bahwa di kota besar mereka sukses. Padahal, mobil yang dikreditnya belum lunas dan masih bertahun-tahun lagi untuk melunasinya.

Ad.7.Ijasah dan gelar palsu

Jaman sekarang banyak orang gila gelar. Jaman sekarang juga mudah cari gelar sarjana secara tidak sah. Tinggal membeli ijasah palsu sekian juta rupiah. Atau kuliah di perguruan tinggi abal-abal. Asal bayar, asal kuliah, asal ikut seminar bohong-bohongan, asal bikin karya tulis atau makalah yang tidak pernah dibaca dosennya, asal bikin skripsi yang tidak pernah pula dibaca dosennya, asal ikut ujian sarjana yang haanya formalitas dan asal ikut wisuda, dijamin dapat selembar ijasah dan gelar. Meskipun demikian, mereka merasa bangga luar biasa.

Ad.8.Menang pemilu karena curang

Di bidang politik, tipu-tipu atau berbuat curang dianggap biasa bahkan dianggap keharusan. Bahkan ada presiden dan parpol yang merasa bangga karena berkali-kali di dalam pemilu selalu menang. Padahal, itu dilakukan dengan penuh kecurangan. Meskipun demikian, mereka bangga karena bisa memenangkan pemilu. Bagi mereka, yang penting menang. Soal cara curang tidak dipersoalkan. Dan pastilah mereka merasa bangga karena berkali-kali memenangi pemilu.

Ad.9.Cantik hasil operasi pastik

Tak sedikit wanita Indonesia melakukan operasi plastik. Antara lain memancungkan hidung atau membesarkan payudara. Walaupun mengeluarkan banyak uang, tetapi mereka merasa bangga karena merasa lebih cantik dibandingkan sebelumnya. Kemanapun pergi, mereka merasa bangga karena menjadi perhatian banyak pria. Padahal, mereka sesungguhnya merupakan orang-prang yang kurang PD, kurang pede atau kurang percaya diri.

Ad.10.Menyelenggarakan acara shalat berjamaah berhadiah

Bukan main bangganya seorang walikota manakala bisa menyelenggarakan acara shalat berjamaah dan berhadiah umroh, naik haji dan mobil gratis. Bangga karena masjid yang semula sepi, mendadak ramai bukan main. Sang walikota merasa bangga dan merasa sukses karena masyarakatnya menjadi rajin shalat. Padahal, masjid itu ramainya hanya tiap shalat Dhuhur tiap Rabu. Di luar hari itu, masjid tersebut tetap saja sepi. Sebuah rasa bangga yang salah tempat, sebab untuk meramaikan masjid tidak dengan cara demikian. Lagipula masjid sepi karena semakin banyaknya dibangun masjid sehingga masyarakat lebih suka shalat di masjid yang ada di dekat rumahnya daripada jauh-jauh.

Kenapabisa merasa bangga tetapi salah tempat?

Dari sudut psikologi, rasa bangga saalah tempat antara lain disebabkan oleh:

-Merupakan manifestasi kebodohan karena tidak tahu bagaimana meletakkan rasa bangga dengan cara yang benar
-Merupakan manifestasi kepribadian yang belum mapan
-Merupakan cermin mencari perhatian orang lain dengan cara yang salah
-Merupakan manifestasi jiwa yang belum dewasa secara sempurna
-Merupakan ungkapan emosi yang belum stabil
-Merupakan krisis norma
-Merupakan manifestasi ketidakmampuannya mengendalikan emosi

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973


Kategori