Oleh: psikologi2009 | April 11, 2014

PSIKOLOGI: Menulis Harus Punya Bakat?

FACEBOOK-PsikologiMenulisHarusPunyaBakat

ADA anggapan yang keliru, bahwa menulis itu harus punya bakat. Menulis skripsi, katanya harus punya bakat. Menulis karya ilmiah, katanya harus punya bakat. Menulis cerpen, katanya harus punya bakat. Menulis artikel, katanya harus punya bakat. Menulis berita, katanya harus punya bakat. Jadi wartawan, hharus punya bakat. Berenang, harus punya bakat. Padahal, tidak semua keterampilan atau kemapuan harus berdasarkan bakat. Bahkan, menulispunpun tidak harus punya bakat.

Apakah bakat itu?

Bakat adalah kemampuan atau potensi kemampuan tertentu yang dimiliki seseorang sejak lahir. Misalnya yang berhubungan dengan seni (seni lukis, seni pahat, seni sastra, seni suara,seni tari dan berbagai seni lainnya. Bakat biasanya identik dengan sikap otodidak, yaitu kemampuan untuk belajar sendiri. Mempunyai sikap mandiri.

Teori Potentia dan Aktualita

Penulis punya teori Potentia dan Aktualita. Artinya, setiap manusia, sejak lahir sudah mempunyai  potensi yang sama. Hanya, secara aktualita (kenyataannya) bisa berbeda-beda. Ada yang nilai aktualitanya 10%, 20%, 30% hingga 100%. Tingkat maksimal aktualita setiap orang bisa berbeda-beda.

Potentia merupakan potensi bakat

Setiap orang sebenarnya sejak lahir punya potentia atau potensi apa saja. Potensi sikapnya pasif. Jika potensi diaktifkan maka jadilah potensi menjadi bakat. Artinya, semua orang yang potensi, bisa mempunyai bakat. Potensi ada di tiap gen yang dimiliki semua manusia.

Istilah tidak punya bakat istilah yang kurang tepat

Engan demikian, istilah tidak punya bakat sebenarnya merupakan istilah yang keliru. Sebab pada dasarnya semua orang punya bakat. Demikian juga istilah “harus punya bakat” juga istilah yang keliru, karena pada dasarnya semua orang punya bakat. Jadi, tidak diharuskanpun orang sudah punya bakat.Asal, potensinya diaktulitakan.

Minat

Walaupun tiap orang punya potensi atau potentia bakat yang sama, namun pengembangannya harus disertai minat. Tanpa adanya minat, bakat apapun tidak akan bisa dikembangkan.

Teori otak kiri, otak kanan dan otak tengah

Penelitian menunjukkan bahwa, dalam perkembangannya bakat-bakat itu akan mengristal le dalam tiga kelompok kemampuan. Yaitu kemampuan otak kiri yang merupakan kemampuan kuantitatif (berhitung, matematika dan semacamnya), otak kanan  yang merupakan kemampuan kualitatif (seni dan semacamnya) dan otak tengah yang mempunyai kemampuan kuantitatif maupun kemampuan kualitatif.

Pengembangan bakat

Karena tiap orang sejak lahir punya bakat yang sama, maka seseorang yang punya minat tertentu, bisa mengembangkannya dengan cara latihan-latihan.

Perlunya pemahaman teori

Tentu, untuk mengembangkan bakat melalui minat, perlu mempelajari teori-teori dan mempraktekkan teori-teori itu melalui latihan-latihan yang terus menerus tanpa mengenal rasa putus asa.

Bakat menulis

Berangkat dari teori bakat di atas, maka sebenarnya setiap orang juga punya bakat menulis. Bedanya, ada yang punya minat menulis dan ada yang tidak punya minat untuk menulis. Ada yang punya minat menulis tetapi ada yang tahu teorinya dan ada yang tidak tahu teorinya. Ada yang tahu teorinya tapi mau melakukan latihan-latihan tetapi adaa juga yang tidak mau melakukan latihan-latihan.

Siapa saja bisa menjadi penulis

Karena sejak lahir semua manusia punya bakat apa saja, maka setiap orang sebenarnya bisa saja menjadi penulis, asal punya niat,  mau mempelajari teorinya, mau latihan dan mau mempraktekkannya secara terus-menerus.

Tentu kualitasnya berbeda

Tentu, kualitas menulis seseorang bisa berbeda. Ada yang tertarik artikel-artikel kuantitatif (matematika dan semacamnya), ada yaang suka menulis naskah-naskah kualitatif (novel dan semacamnya), namun ada juga yang mempunyai kemampuan menulis tulisan kuantitatif maupun kualitatif.

Bukti

Bukti bahwa setiap orang punya bakat menulis:

-Suka membuat status di Facebook

-Bisa membuat surat cinta

-Bisa membuat komen-komen yang menjelek-jelekkan Jokowi

-Bisa membuat laporan kerja

-Bisa membuat puisi, karangan, cerpen

-Bisa menulis apa saja

Kesimpulan

1.Pada dasarnya semua orang sejak lahir punya potentia dan jika dikembangkan potentia akan menjadi bakat. Artinya, potentia bakat sudah ada sejak lahir.

2.Pada dasarnya semua orang sejak lahir punya bakat menulis

3.Bakat menulis bisa dikembangkan asal ada minat, kemauan,pemahaman teori,latihan dan praktek terus menerus yang dilakukannya dengan senang hati.

4.Kualitas penulisan tentu berbeda-beda tiap orang karena tiap orang punya pola pikir yang berbeda-beda.

5.Skema: Potentia —>Bakat—>Minat—>Teori—>Latihan—Praktek.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

 

 

 


Kategori