Oleh: psikologi2009 | April 21, 2014

PSIKOLOGI: Mengenal Kepribadian Jokowi, Prabowo dan ARB

POLITIK-PsikologiKepribadianJokowiPrabowoARB

PEMILU Presiden atau pilpres tinggal satu dua bulan lagi. Muncul sekitar tiga capres. Pada saat sekarang muncul tiga nama : Jokowi, Prabowo dan ARB di mana Jokowi mempunyai elektabilitas tertinggi, Prabowo peringkat kedua dan ARB peringkat ketiga. Masalahnya adalah, 70% pemilih merupakan pemilih yang memilih berdasarkan Ilmu Kira-Kira. Tidak tahu track record, prestasi apalagi kepribadian capres. Artikel ini membahas kepribadian ketiga capres tersebut berdasarkan teori psikologi yang selama ini berlaku secara universal dan internasional.

Apakah kepribadian itu?
Kepribadian menurut Psikologi
Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi saya akan menggunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. (Sumber: //buatcontekaries.blogspot.com/2012/05/arti-dan-definisi-kepribadian.html).

Proses pembentukan kepribadian
Proses Pembentukan Kepribadian pada dasarnya ada tiga aliran.

1. Aliran Konvergensi, kepribadian merupakan hasil perpaduan antara pembawaan (faktor internal) dengan pengalaman (faktor eksternal).
2. Aliran nativisme, kepribadian ditentukan oleh faktor pembawaan.
3. Aliran empirisme (tabularasa), kepribadian ditentukan oleh pengalaman dan lingkungannya (Sumber: //ips-web-id.blogspot.com/2011/08/proses-pembentukan-kepribadian.html)

Tipe kepribadian

Menurut Carl Gustav Jung, Tipe kepribadian menurut fungsinya ada 4:
1. Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal pikiran sehat.
2. Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.
3. Kepribadian emosional, kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.
4. Kepribadian sensitif, kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera sehingga cepat bereaksi.
(Sumber: //ips-web-id.blogspot.com/2011/08/proses-pembentukan-kepribadian.html)

Kepribadian kepribadian rasional
Mengutamakan rasio; contohnya filsuf Hegel, kepribadian emosional mengutamakan emosi; contohnya orang yang mudah emosi, kepribadian sensitif mengutamakan perasaan; contohnya pengarang dan dramawan Eropa pada abad XVIII (Sumber: //id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120314230020AA0AAn9).

Tipe kepribadian berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan ada tiga kategori:

1. Kepribadian ekstrovert, yaitu kepribadiaan yang terbuka, berorientasi ke luar sehingga sifatnya ramah, suka bergaul dan mudah menyesuaikan diri
2. Kepribadian introvert, yaitu kepribadian yang tertutup dan berorientasi pada diri sendiri sehingga sifatnya pendiam, tidak senang bergaul, suka menyendiri dan sukar menyesuaikan diri
3. Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian campuran yang tidak bisa digolongkan pada kedua tipe tersebut karena sifatnya bervariasi (Sumber: //ips-web-id.blogspot.com/2011/08/proses-pembentukan-kepribadian.html)

Mengenal Kepribadian Jokowi, Prabowo dan ARB

Kepribadian Jokowi
Mengacu kepada teori psikologi di atas, maka Jokowi bisa dikategorikan sebagai pribadi yang berkepribadian rasional. Lebih menitikberatkan pada aspek rasional daripada aspek emosional.

Ciri-cirinya:
-Jokowi tidak pernah membalas serangan-serangan pribadi, olok-olok, fitnah, caci maki celaan-celaan dan semacamnya dengan pertimbangan tidak ada manfaatnya
-Jokowi lebih suka membantah apabila ada informasi yang tidak benar atau melakukan klarifikasi tentang hal-hal yang tidak selayaknya
-Jikowi tidak pernah memberikan tanggapan ataupun reaksi yang bersifat emosional
-Jokowi lebih menitikberatkan bekerja, bekerja dan bekerja daripada berdebat. Dengan kata lain, sedikit bicara banyak bekerja.
–Jokowi berkepribadian ekstrovert (merakyat) namun tidak mengorbankan kepentingan pribadi yang penting. Kadang-kadang juga bisa mengarah ambivert.

-Para pemilih Jokowi:
Adalah masyarakat yang mempunyai berpikir secara rasional. Memilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan objektif, rasional dan faktual.
.

Kepribadian Prabowo
Berdasarkan teori psikologi yang berlaku universal, Prabowo bisa dikategorikan sebagai pribadi yang emosional.

Ciri-cirinya:
-Prabowo suka mengolok-olok lawan politiknya atau siapa saja yang dianggap lawannya
-Prabowo menggunakan kata-kata atau pilihan kata-kata yang dianggap bisa melukai perasaan orang yang dijadikan sasarannya dan dengan demikian dia merasakan kepuasan psikologis (yang semu)
-Prabowo mudah terpengaruh oleh faktor lingkungan tanpa pertimbangan-pertimbangan yang rasional
-Prabowo sering mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan emosi daripada pertimbangan rasional
-Prabowo juga berkepribadian introvert, lebih memprioritaskan kepentingan diri sendiri daripada orang lain.

Para pemilih Prabowo
Juga bisa dikategorkan masyarakat yang emosional juga. Tidak tahu atau tidak peduli track record Prabowo yang kurang baik. Cara bertindaknya emosional dan tidak mau memperdulikan pendapat orang lain yang benar. Cara berpikirnya apriori, subjektif dan tidak faktual.

Kepribadian ARB
Berdasarkan teori psikologi yang universal, ARB tergolong berkepribadian egoistik atau intuitif. Langkah-langkah yang diambil bukanlah langkah-langkah rasional maupun emosional melainkan hanya berdasarkan Ilmu Kira-Kira.

Ciri-cirinya:
-ARB, walaupun fakta menunjukkan elektabilitasnya seagai capres endah, namun dia tetap berpegang pada ilmu kira-kira bahwa semuanya dianggap serba mungkin. Artinya, berdasarkan intuisinya (yang salah) merasa tetap yakin akan menang
-ARB sikapnya yang tidak mau menjadi cawapres merupakan manifestasi keyakinan yang tidak rasional dan tidak realistis
-ARB sikapnya yang tidak legowo untuk mengundurkan diri sebagai capres juga bukti ARB mempunyai kepribadian egoistik
-ARB juga berkepribadian ambivert (banyak variasinya). Antara lain seolah-olah pro rakyat, tapi juga memikirkan kepentingan bisnis pribadinya. Artinya, ARB nyapres karena juga punya ambisi atau motivasi bisnis.

Para pemilih ARB
Adalah golongan masyarakat yang egoistik juga. Memilih ARB hanya berdasarkan ilmu kira-kira juga. Terpesona oleh janji-janji sorganya selama kampanye tanpa tahu janjinya realistis atau tidak. Masyarakat pemilihnya rata-rata berpendidikan menengah ke bawah.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973


Kategori