Oleh: psikologi2009 | April 23, 2014

PSIKOLOGI: Kalau Mudah Tersinggung Sebaiknya Jangan Berbeda Pendapat

FACEBOOK-PsikologiKalauMudahTersinggung

PENGALAMAN penulis menunjukkan, ada beberapa masyarakat kita yang sebenarnya mudah tersinggung, celakanya suka berbeda pendapat. Maka yang terjadi adalah perdebatan-perdebatan yang tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Bahkan orang demikian mudah mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat yang tidak etis, tidak sopan, kasar dan cukup menyakitkan hati. Kemudian sering bermusuhan, memutuskan tali silaturahim dan tidak menutup kemungkinan menyimpan rasa dendam. Sering merasa kalah dan ingin membalas dendam

Penyebab reaksi tersinggung
1.Ada orang lain berpendapat dan dia berbeda pendapat
2.Dia berpendapat dan ada orang lain yang berbeda pendapat

Ad.1.Ada orang lain berpendapat dan dia berbeda pendapat
-Si A (orang lain) berpendapat bahwa Jokowi itu capres yang terbaik karena sikapnya yang shiddiq/jujur, tabligh/aspiratif, amanah/terpercaya daan fathonah/mampu.
-Si B (dia) pun berpendapat bahwa capres Prabowo lebih baik karena Prabowo orangnya tegas, berani dan jujur.
-Akhirnya terjadi perbedaan pendapat (belum sampai perdbatan). Si B tersinggung karena merasa pendapatnya tidak dihargai dan merasa pendapatnya disalahkan terus.
-Akhirnya Si B emosional dan mencaci maki Si A dengan kata-kata yang tidak etis.

Ad.2.Dia berpendapat dan ada orang lain yang berbeda pendapat
-Si B (dia) punya pendapat bahwa Ryacudu Ryamizard lebih cocok menjadi cawapresnya Jokowi daripada Jusuf Kalla maupun Mahfud MD. Sebab, Jusuf Kalla dianggap pengusaha yang tidak nasionalis sedangkan Mahfud MD dianggap hanya mencari keuntungan pribadi saja.
-Si A berbeda pendapat. Katanya, Mahfud MD cocok dengan Jokowi, sebab Jokowi seorang Nasionalis-Agamais sedangkan Mahfud MD seorang Agamais-Nasionalis. Jadi, pasangan Jokowi dan Mahfud MD-lah yang paling ideal
-Si B merasa tersinggung karena pendapatnya dianggap salah. Diapun “ngeyel” dan mengatakan pendapatnyalah yang benar. Si A tetap berpendapat bahwa Jokowi-Mahfud MD jauh lebih sesuai. Terjadilah perbedaan pendapat. Si B pun mengucapkan kata-kata yang tidak etis.

Kenapa seseorang mudah tersinggung?
Ada beberapa orang mudah tersinggung.

-Harga diri atau gengsi yang terlalu tinggi
-Merasa lebih p i daripada orang lain
-Merasa pendapatnya selalu benar
-Tidak terbiasa menghargai perbedaan pendapat
-Wawasan berpikirnya sempit

Apa yang harus dilakukan orang yang mudah tersinggung?
Ada empat hal utama yang harus dilakukan.

1.Jangan berbeda pendapat
2.Jangan berdebat
3.Bertanya
4.Diam

Ad.1.Jangan berbeda pendapat
Sikap yang paling aman yaitu jangan berbeda pendapat dengan orang lain. “Iya”-kan saja pendapat orang lain. Ikuti saja alur pemikiran orang lain.

Ad.2.Jangan berdebat
Kalau mudah tersinggung, tidak usah berdebat karena emosinya pasti memuncak dan akan menmbulkan efek yang kurang baik.

Ad.3.Bertanya
Kalau memang tidak mengerti pendapat orang lain, lebih bijaksana kalaau bertanya dan semakin banyak bertanya semakin baik.

Ad.4.Diam
Kalau tidak sependapat dengan pendapat orang lain, sebaiknya diam saja. Dengarkan saja pendapat orang lain tanpa berarti mengatakan setuju atau tidak setuju. Bahkan ada baiknya menghindari orang-orang yang selalu berbeda pendapaat dengan .

Apa reaksi orang yang mudah tersinggung?
Antara lain:

-Mengucapkan kata atau kalimat yang kurang etis
-Memutuskan tali silaturahim
-Dendam dan ingin membalas dendam
-Kalau di Facebook : langsung meremove atau memblokir

Beberapa kasus remove/blokir yang tidak rasional di Facebook
Terkadang kita menemukan Facebooker yang mudah tersinggung dan langsung meremove/memblokir akun FB dengan alasan emosional

-Karena GR (gede rasa)
-Karena mudah tersinggung
-Faktor “like or dislike”
-Karena merasa pendapatnya tidak dihargai
-Karena merasa benar sendiri

Meremove/memblokir akun FB dengan alasan yang rasional
Namun meremove/memblokir status FB orang lain bisa dibenarkan kalau ada alasan rasional

-Karena Facebooker lain suka menyerang pribadi
-Karena suka melecehkan
-Suka ngeyel dan SNOB (sok tahu, so mengerti atau sok pintar)
-Menggunakan kata-kata yang tidak etis, tidak sopan, suka menggurui, suka menyalahkan dan semacamnya
-Karena tidak menggunakan foto profil fotonya sendiri dan atau menggunakan nama samaran serta identitasnya tidak ada atau tidak jelas.

Bagaimana solusi untuk mengatasi rasa ketersinggungan?
Ada beberapa cara.

-Latihan berbeda pendapat
-Biarkan orang lain bicara apa saja
-Dengarkan pendapatnya dengan tenang
-Tidak perlu emosional
-Menggunakan kata-kata atau kalimat-kalimat yang etis
-Jangan memutus tali silaturahim
-Jika menghadapi orang yang sama-sama mudah tersinggung, tidak usah berbeda pendapat
-Jangan suka ngeyel
-Mencoba memberikan pengertian dengan argumentasi yang masuk akal
-Tidak perlu menyimpan dendam

Orang-orang yang perlu dihindari
Yaitu orang-orang yang tidak mendatangkan kenyamanan bagi kondisi psikologis

-Suka ngeyel dan SNOB (sok tahu, sok mengerti atau sok pintar)
-Suka menyalahkan
-Suka memaksakan pendapat
-Tidak pernah menghargai pendapat
-Berkepribadian pendendam

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

 


Kategori