Oleh: psikologi2009 | Maret 14, 2011

PSIKOLOGI: Apakah Anda Mudah Menyalahkan Orang Lain?

KETIKA saya masih menjadi mahasiswa, saya punya seorang sahabat yang sangat mudah menyalahkan orang lain, termasuk saya. Apapun yang dilakukan orang lain atau yang saya lakukan, selalu dikatakan salah. Dan ternyata, hal demikian berlangsung terus hingga di lulus, bekerja,berkeluarga dan hingga pensiun.

Kalau hanya satu dua kali menyalahkan, itu wajar. Tapi kalau terlalu sering, maka berarti ada “sesuatu” yang tidak beres pada kondisi kejiwaan maupun dari caranya bernalar.

Contoh 1:

Ketika Si A keluar dari BUMN, maka Si B langsung menyalahkan. Yang inilah,yang itulah. Padahal Si A sebenarnya punya alasan, yaitu dia khawatir ikut-ikutan melakukan korupsi seperti yang dilakukan teman-teman sekantornya. Sebab, lingkungan yang buruk memang punya pengaruh yang besar terhadap perilaku seseorang.

Contoh 2:

Ketika Si A akan membuka usaha fiberglass, maka Si B langsung menyalahkannya. Katanya, usaha di kompleks perumahan akan mengganggu tetangga kanan-kiri-depan-belakang dan akan mencemari lingkungan terutama meracuni air tanah akibat dibuangnya bahan-bahan kimia untuk memproses fiberglass. Padahal, Si A akan membuka usaha di luar kota Bogor yang tidak ada satupun rumah penduduk.

Kenapa mudah menyalahkan?

Sebenarnya sikap mudah menyalahkan ada hubungannya antara kesalahan berlogika dan manifeestasi kondisi psikologi yang menyimpang.

Kesalahan berlogika karena dia berpikir secara “apriori”. Yaitu, belum memahami masalahnya, langsung saya memberikan komentar. Terlalu reaktif, sehingga komentarnyalah justru banyak mengandung kesalahan.

Sedangkan dari sudut psikologi, sikap mudah menyalahkan kebanyakan dimiliki orang yang punya perilaku “snob” atau “sok” (sok tahu,sok mengerti atau sok pintar). Biasanya melanda pribadi-pribadi yang ingin dianggap hebat, ingin dianggap pandai, ingin dihargai dan bahkan menghargai dirinya sendiri terlalu tinggi. Kalau pendapatnya dibantah, biasanya mudah marah-marah atau bahkan ngeyel.

Bagaimana cara menghadapi orang demikian?

Yang pasti, selalu meng”iyakan” pendapat orang yang mudah menyalahkan sebenarnya merupakan pendapay yang keliru. Kita sesekali perlu memberikan penjelasan yang sebenarnya. Kalau dia tetap menyalahkan, barulah kita wajib untuk berdiam diri tanpa harus meng”iya”kan. Tidak ada untungnya berdebat dengan orang yang berkepribadian buruk seperti itu.

Semoga bermanfaat.

Sumber foto: jelajahunikblog.blogspot.com/

 

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

Iklan

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: