Oleh: psikologi2009 | November 28, 2013

PSIKOLOGI: Sedikit-Sedikit Berdoa Sedikit-Sedikit Berdoa

FACEBOOK-PsikologiSedikitSedikitBerdoaSedikitSedikitBerdoa

BANYAK orang Indonesia yang sedikit-sedikt berdoa sedikit-sedikit berdoa. Mau berbuat apa saja berdoa. Padahal berdoa sebenarnya merupakan suatu sugesti dan bukan merupakan suatu hal yang bisa menyulap keadaan dalam waktu sekejap. Banyak orang menyalah artikan kata “doa”. Banyak orang tidak faham kapan harus berdoa dan kapan tidak perlu berdoa.

Apakah doa itu?

Sebenarnya doa adalah sebuah sugesti, motivasi dan harapan. Doa adalah sugesti bagi dirinya sendiri. Doa adalah alat untuk memotivasi dirinya sendiri. Doa adalah suatu harapan agar keinginannya bisa menjadi kenyataan. Doa bukanlah suatu hal yang bersifat luar biasa yang mampu mengubah keadaan dalam waktu sekejap.

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna

Ya, paling sempurna. Sebab manusia diberi otak yang jauh lebih berkualitas dibandingkan otak binatang maupun mahluk-mahuk lainnya. Gunanya otak yaitu untuk memahami masalah dan menyelesaikan masalah. Manusia juga diberi perasaan untuk merasakan apa saja yang bisa dirasakan. Manusia mempunyai  akal dan emosi. Ada unsur rasionalitas dan emosionalitas yang keduanya harus berimbang. Rasionalitas yang benar mengarahkan manusia berpikir benar. Emisionalitas yang benar mengatahkan manusia bisa mengendalikan emosi secara benar.

Sedikit-sedikit berdoa

Banyak orang yang sedikit-sedikit berdoa. Mau menghadapi UN (Ujian Nasional) berdoa, mau melakukan perjalanan berdoa, mau ini mau itu berdoa. Padahal, untuk menghadapi ujian kunci kesuksesannya adalah rajin belajar baik sendiri maupun belajar kelompok. Kalau sukses dan lulus, bukan karena doanya tetapi karena faktor rajin belajar. Begitu juga kesuksesan-kesuksesan lain bukan karena berdoa tetapi karena usahanya sendiri. Kesuksesan itu milik siapa saja dan Tuhan memberi peluang bagi setiap orang untuk sukses. Kalau tidak sukses bukan karena Tuhan tidak mengijinkan tetapi karena cara berpikir (mindset) yang keliru.

Rejeki seret

Rejeki seret bukan karena nasib buruk dan bukan karena takdir tetapi karena cara berpikir (mindset) yang keliru.

Sukses berbisnis bukan karena doa

Survei membuktikan bahwa 99,99% pebisnis yang sukses bukan karena doa, tetapi karena usaha optimal dan karena mindset yang benar.

Kegagalan bukan karena Tuhan tidak mengijinkan

Kegagalan bukanlah karena Tuhan tidak mengijinkan tetapi karena faktor kebodohan dan karena mindset yang tidak benar.

Tuhan adil membagi peluang rejeki

Tuhan itu adil membagi peluang rejeki. Bahkan orang kafirpun akan mendapatkan rejeki jika bisa memanfaatkan peluang rejeki itu dengan cara yang benar dan optimal.

Berdoa terus tetapi gagal

Seorang penjaga masjid mengeluh karena sudah puluhan tahun berdoa, tetapi tetap saja doanya tidak dikabulkan. Tetap saja miskin. Ya,iyalah, kerjanya Cuma berdoa. Tidak ada “action’ yang benar dan optimal.

Kenapa warga Kali Ciliwung tetap miskin?

Ratusan ribu warga pinggiran Kali Ciliwung tetap miskin karena usaha yang dilakukannya tidak benar dan tidak optimal. Walaupun berdoa dan shalat Dhuha sejuta kali sehari, kalau “action”-nya tidak benar dan tidak optimal, maka tetap saja mereka miskin seumur hidupnya.

Berdoa itu penting

Berdoa itu penting sejauh doa itu dijadikan sugesti, motivasi,harapan yang disertai “action”. Banyak orang sukses bukan karena doa tetapi karena “action”. Artinya, berdoa itu penting tetapi harus ada “action”-nya.

Kapan harus berdoa?

Berdoa sebaiknya saat manusia menghadapi kesulitan yang luar biasa. Luar biasa dalam arti manusia tak mungkin lagi menyelesaikannya. Luar biasa dalam arti hanya Tuhan yang bisa melakukannya. Misalnya, mengalami sakit kanker ganas yang bisa merenggut nyawanya, maka doa itu penting. Sebab, Tuhan hanya akan membantu manusia yang mengalami musibah di luar kemampuan manusia. Sejauh apa yang dialami manusia bisa diselesaikan manusia, maka tak ada gunanya berdoa karena Tuhan tak akan pernah membantunya.

Manusia berusaha Tuhan yang menentukan

Hati-hati memaknai kalimat tersebut. Kalau manusia berusaha dan kemudian gagal, jangan mengatakan Tuhan tidak merestuinya. Coba dianalisa dulu apa penyebab kegagalan itu. Bisa jadi karena kegagalan itu karena kesalahan manusia sendiri. Jangan sampai bilang bahwa tidak lulus tes masuk menjadi PNS lantas dikatakan Tuhan tidak merestuinya. Bisa jadi karena soal-soal tes dijawab dengan tidak 100% benar. Banyak orang sukses karena usahanya sendiri tanpa ditentukan Tuhan. Yang benar Tuhan Maha Mengetahui dan bukan Maha Menentukan segala hal.

Tuhan tidak akan mengubah nasib umat manusia

Tuhan tidak akan mengubah nasib umat manusia kalau manusia hanya berdoa saja. Manusia harus berusaha semaksimal mungkin. Para ilmuwan berkali-kali gagal untuk menciptakan mesin uap, pesawat terbang, telepon, televisi dan lain-lainnya. Kalau para ilmuwan itu hanya berdoa saja, tanpa action tentu tak akan ada mesin uap dan lain-lain. Kalau para ilmuwan itu berkali-kali gagal lantas mengatakan Tuhan tidak mengabulkannya, maka tidak akan ada mesin uap dan lain-lain. Tuhan hanya tidak akan mengabulkan usaha manusia kalau usaha manusia itu masuk dalam kategori tidak mungkin.

Kesuksesan negara Jepang

Sekitar 60% warga Jepang tergolong kafir. Tidak punya agama dan tidak punya Tuhan. Tapi mereka sukses di berbagai bidang. Bukan karena berdoa, tetapi karena “action” yang benar dan optimal. Sedangkan Indonesia yang 99,99% religius, banyak mengalami kegagalan di berbagai bidang, sebab kebanyakan berdoa tetapi miskin “action”-nya.

Kesimpulan

1.Doa adalah sugesti, motivasi an harapan dan doa itu penting.

2.Kesuksesan adalah doa yang diikuti “action” yang benar dan optimal

3.Tuhan hanya memberikan “peluang kesuksesan” sedangkan kesuksesan itu ditentukan oleh manusia sendiri.

Saran

Bacalah artikel-artikel tentang “The Power of Brain” (bisa Anda cari di Google)

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku
Sejak 1973

Iklan

Kategori