Oleh: psikologi2009 | April 26, 2012

PSIKOLOGI: Merasa Pintar Tetapi Tidak Pintar Merupakan Gejala Gangguan Kejiwaan

MERASA pintar (tetapi tidak pintar) merupakan bagian dari pribadi snob (sok tahu, sok mengerti, sok kaya, sok suci, sok pintar dan sok-sok lainnya). Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan orang seperti  itu. Mereka tak menyadari bahwa mereka sedang dalam posisi mengalami gejala gangguan kejiwaan.

 A.Ciri-ciri orang yang merasa pintar (tetapi tidak pintar)

1.Suka mencela pendapat orang lain yang sesungguhnya dia tak punya kompetensi atau keahlian tentang hal yang dia cela.

Misalnya:
Tidak menguasai ilmu logika, tetapi mencela orang yang faham ilmu logika.

2.Tahu sedikit, merasa tahu banyak

Misalnya:
Tahu sedikit tentang psikologi, tapi merasa tahu banyak.

 3.Apriori (Tidak mengerti, tetapi merasa mengerti)

Misalnya:

Tidak memahami ilmu aerodinamika, tetapi merasa menguasai ilmu aerodinamika.

 4.Tidak pernah membuat artikel
Misalnya:
Bisanya hanya komen-komen kosong. Tidak mempunyai kemampuan menulis artikel maupun buku.

5.Tidak punya prestasi

Misalnya:
Lulus sekolah/kuliah hanya pas-pasan. Tidak mempunyai nilai-nilai ujian A ataupun B. Tidak punya prestasi di kantor atau perusahaan tempatnya bekerja.Tidak pernah mendapatkan tanda penghagaan.

 6.Cara berpikirnya sempit
Misalnya:
Memandang suatu persoalan dari sudut pandang yang sempit

 7.Daya tangkapnya rendah

Misalnya:
Tidak memahami apa maksud ucapan orang lain, tetapi merasa mengerti.

 8.OOT (Out of topik)
Yang dibicarakan orang lain tentang “A”, tetapi dia bicara tentang “B”. Jadi, menyimpang dari pokok persoalan.

 9.Tidak objektif

Misalnya:
Lebih suka mengomentari orangnya/penulisnya daripada pendapat/tulisannya.

 10.Dogmatis-pasif

Misalnya:
Enggan atau tidak mau menerima pendapat atau teori lain yang berbeda dengan pendapat atau teori dirinya sendiri. Menganggap pendapat orang lain salah dan hanya pendapatnya sendiri yang benar. Padahal, pendapatnya tidak didukung fakta.

 B.Kenapa ada orang merasa pintar (padahal tidak pintar)

Beberapa penyebab, antara lain:

1.Untuk menutupi ketidakmampuannya

2.Ingin dianggap hebat

3.Kompensasi atas kegagalan masa lalu

 C.Apa dampak daipada sikap merasa pintar (tetapi tidak pintar)?

Akibatnya antara lain:
1.Orang demikian jarang meraih kesuksesan

2.Akan menjadi pribadi snob untuk jangka lama atau bahkan permanen

3.Menjadi pribadi egois (hanya bisa menghargai diri sendiri dan tidak mampu menghargai orang lain).

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973


Responses

  1. ngeri juga sih gan

  2. menurut sya orang yang sok pintar itu adalah orang yang aka menghancurkan dirinya sendiri

  3. Ya,betul sekali jadi kita jangan merasa bahwa kita hebat/pintar hanya allah yang pintar/hebat

  4. tinggikanlah cita-cita setinggi langit dan rendahkan diri serendah-rendah mutiara didasar laut

  5. Benar orang sok pintar tsb tidak malu mengakui tentang kekurangan dirinya.

  6. Sangat bermanfaat.

  7. terima kasih infonya

  8. bolehkah sya minta alamat ny pak hariyanto


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori