Oleh: psikologi2009 | Desember 2, 2011

PSIKOLOGI: Fenomena Tawuran Antarpelajar dan Antarmahasiswa

HAMPIR tiap hari kita mendengar berita adanya tawuran antar pelajar atau mahasiswa. Antara lain di Jakarta, Makasar, Medan dan lain-lain. Dan kasus itu selalu terulang dan terus terulang. Tampaknya sulit mencari solusi untuk mencegah terjadinya tawuran tersebut. Andaikan petugas keamanan atau polisi datang, maka kedatangannya agak terlambat. Terkadang sudah ada yang jatuh kurban akibat dikeroyok, dipukul atau terkena senjata tajam.

Fenomena kota besar
Berdasarkan data-data yang ada, maka sebagian besar tawuran tersebut terjadi di kota besar. Hampir tidak pernah terjadi di kota-kota kecil. Hal ini antara lain kota besar memang identik dengan banyaknya masalah sosial. Tidak hanya masalah kemiskinan kota, kriminalitas, ketidakdisiplinan lalu lintas, kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas dan lain-lain.

Dampak kota besar
Kota besar yang banyak masalah itupun punya dampak terhadap pola hidup maupun gaya hidup ataupun cara pikir bagi masyarakatnya. Antara lain, tidak disiplin, tidak sabar, emosional, mudah tersinggung, penalaran lemah dan menganggap kekerasan sebagai jalan terbaik dan tercepat untuk menyelesaikan masalah.

Emosional
Kehidupan sosial yang serba masalah itulah yang membuat pelajar/mahasiswa mudah emosi dan celakanya pengendalian emosinya sangat lemah. Cara berpikirnya pendek. Tak berpikir apa akibatnya. Semua urusan belakang. Yang pentng harus diselesaiakan sekarang,

Kekerasan
Manifestasi dari sikap emosional yang irrasional yaitu tindakan keras dan anarki. Apa yang bisa dipukul, dipukul. Apayang bisa dirusak akan dirusak. Apayang bisa dibakar pasti dibakar.

Merasa di pihak yang benar
Sekecil apapun masalahnya, selalu dianggap pihaknyalah yang benar. Siapa yang berani menyalahkan, harus dihajar habis. Kalau perlu ditusuk,dilukai bahkan dibunuh. Urusan belakang.

Perlu penyuluhan hukum ke sekolah dan kampus
Takada salahnya pihak kepolisian sesekali melakukan penyuluhan hukum ke sekolah atau kampus, baik sebagai tindakan preventif maupun sesudah terjadinya peristiwa tawuran. Lebih bagus lagi kalau penyuluhan tersebut juga mengundang pihak orang tua pelajar/mahasiswa, sebab masalah tawuran tidak hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga pihak sekolah/kampus dan orang tua.

Perlu pos pengawasan ataupun CCTV
Ada baiknya pihak kepolisian membentuk pengawasan di dekat sekolah/kampus yang sering tawuran. Atau sering melakukan patroli saat bubar sekolah. Bisa juga memasang CCTV di tempat-tempat yang rawan terjadinya tawuran. Hal ini, besar kemungkinan sudah dilakukanpihak kepolisian Jakarta.

Bubarkan dengan gas air mata
Polisi tak perlu ragu-ragu membubarkan tawuran dengan menggunakan gas air mata dengan catatan sesuai dengan protap yang berlaku.

Perlu tindakan hukum yang tegas
Menghadapi hal demikian pihak kepolisian harus tegas. bagi yang terbukti membawa senjata tajam atau senjata yang membahayakan, terbukti merusak, terbukti memukul dan sejenisnya, layak diproses secara hukum. Tidak cukup dengan peringatan, teguran atau diserahkan kembali ke orang tuanya. Harus diajukan ke pengadilan dan jika terbukti bersalah layak untuk dimasukkan ke lembaga pemasyarakatan.

Tanpa tindakan tegas, wibawa kepolisian akan runtuh.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Iklan

Responses

  1. 7 ciri ciri tawuran jelaskan dong pak..


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: