Oleh: psikologi2009 | Februari 1, 2014

PSIKOLOGI: Dunia Mahasiswa Dunia Teori

FACEBOOK-PsikologiDuniaMahasiswaAdalahDuniaTeori

SEMUA sarjana tentu pernah menjadi mahasiswa. Semua sarjana yang telah bekerja, apalagi bertahun-tahun, pasti merasakan bedanya masa kerja dengan masa kuliah. Saat kuliah, yang didapatkan adalah teori-teori. Prakteknya sedikit sekali. Mungkin hanya 1% saja. Kalau di jaman mahasiswa, kesibukannya hanya membaca buku-buku atau teori-teori, maka di bidang pekerjaan para sarjana menghadapi dunia nyata. Menghadapi kenyataaan yang kadang-kadang berbeda dengan teori yang diperolehnya.

Beda dunia mahasiswa dunia teori dan dunia sarjana dunia praktek

Memang ada bedanya antara dunia mahasiswa dan dunia sarjana kerja

1.Dunia mahasiswa dunia teori

2.Dunia sarjana dunia praktek

Ad.1.Dunia mahasiswa dunia teori

Ciri-cirinya secara umum:

-Biaya kuliah dan biaya hidup masih mengandalkan orang tua

-Mengandalkan mendengarkan kuliah dari dosennya

-Menulis di buku catatan apa yang ditulis / dikatakan dosennya

-Malas membaca buku-buku di perpustakaan, apalagi yang berbahasa Inggeris (karena tidak mempunyai kemampuan membaca buku-buku berbahasa Inggeris)

-Baru belajar hanya saat menjelang akan ujian

-Kalau ujian cenderung bertanya ke temannya atau nyontek

-Membuat makalah atau paper asal jadi saja

-Kalau diskusi atau seminar biasanya emosional

-Pembawaan sehari-hari suka mengritik tapi tidak punya karya apa-apa

-Biasanya tidak pernah menulis artikel, opini dan semacamnya di surat kabar atau media massa lainnya

-Kalau bicara nadanya teoritis melulu

-Merasa hebat dan tahu segala-galanya

-Biasanya sulit menerima pendapat orang lain yang berbeda

-Cenderung tidak mau pendapatnya dibantah atau disalahkan

-Merasa benar sendiri dan tidak mampu menerima pendapat orang lain

-Agak mendendam kalau ada orang lain menyalahkan pendapatnya

-Membuat skripsi nyontek atau dibuatkan orang lain

-Cenderung selalu menyalahkan pendapat orang lain

-Kalau berpendapat seringkali tidak didukung ilmu logika yang sempurna

-Mungkin dia pandai dan nilai ujiannya tinggi, tetapi semuanya merupakan kepandaian teoritis

Ad.2.Dunia sarjana dunia praktek

Ciri-cirinya secara umum:

-Biaya hidup ditanggung sendiri

-Selalu memperhatikan perintah-perintah atasannya

-Menulis apa yang akan dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan termasuk membuat laporan kerja

-Wajib membaca buku-buku di perpustakaan, terutama yang berbahasa Inggeris (harus mempunyai kemampuan membaca buku-buku berbahasa Inggeris)

-Selalu mempersiapkan bahan-baha yang akan dikerjakan

-Kalau mengerjakan pekerjaan selalu beusaha mengerjakan sendiri

-Membuat laporan, rencana kerja, evaluasi kerja dan lain-lain

-Kalau diskusi atau seminar  didukung pengalaman kerja dan bukan teori

-Siap dikritik atasannya atau oleh teman sekantornya

-Harus bisa membuat surat-surat penting, proposal, dan proses-proses yaang berhubungan dengan administrasi

-Tidak boleh merasa sudah bisa, sudah pandai atau hebat karena tantangan kerja bermacam-macam

-Harus mampu mendengarkan pendapat yang berbeda atau saran-saran teman sekantornya

-Harus mau disalahkan kalau memang pekerjaannya salah

-Tidak boleh merasa benar sendiri karena dunia kerja dunia yang banyak masalah dan tantangan

-Tidak boleh mendendam terhadap orang-orang yang mengritiknya karena tujuan kritik itu baik

-Tidak boleh menyerahkan pekerjaan ke orang lain kalau itu memang tugasnya

-Harus bisa menghargai pendapat orang lain walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya

-Kalau berpendapat wajib didukung  alasan-alasan rasional atau didukung ilmu logika yang sempurna

-Kepandaian yang dinilai atasannya adalah kepandaian kerja, bukan kepandaian teoritis

Jadi, tidak perlu heran kalau menghadapi mahasiswa yang cara bicaranya sok tahu, sok mengerti atau sok pintar. Mereka masih muda, ilmunya masih sedikit, dunianya adalah dunia teori dan belum punya pengalaman kerja. IPK (Indek Prestasi Kumulatif) tinggi, nilai ujian-ujian tinggi, belum tentu pandai di bidang pekerjaan.

Catatan

Mahasiswa/sarjana yang pandai secara teori, belum tentu pandai secara praktek

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973

Iklan

Kategori