Oleh: psikologi2009 | Desember 23, 2012

PSIKOLOGI: Bahayakah Jokowi-Basuki Terlalu Banyak Ide?

FACEBOOK-PsikologiBahayakahJokowiBasukiTerlaluBanyakIde

ADA beberapa orang terkejut melihat banyaknya ide yang dilontarkan Jokowi-Basuki. Mulai dari pengadaan 1.000 bus Transjakarta, monorail, MRT, meng-upload kegiatan Jokowi-Basuki di Youtube, sistem ganjil-genap, ERP, kampung deret, memasang CCTV di semua kantor kecamatan, akan menjadikan Jakarta bebas BBM Premium, PKL diberi seragam, menggaji pemulung  dan entah apa lagi. Seperti biasa, maka muncullah berbagai persepsi ataupun komentar dari sebagian warga Jakarta atau masyarakat pada umumnya.

Berbahayakah terlalu banyak ide? Burukkah terlalu banyak ide? Membingungkankah terlalu banyak ide? Apakah cukup satu ide saja tetapi yang brilian daripada banyak ide tetapi tidak brilian? Lebih baik punya satu ide langsung diterapkan kemudian disusul ide yang lain kemudian diterapkan lagi? Bermasalahkan terlalu banyak ide?

Apakah ide itu?

Ide atau gagasan adalah sebuah idealisme yang pada umumnya bersifat baik dan bertujuan baik pula. Ide seringkali muncul secara tiba-tiba. Ide bisa datang dari diri sendiri atau orang lain. Ide baru juga bisa muncul dari pengalaman ide yang lama. Sebuah ide bukanlah “kun fayakun” maka jadilah. Ide sifatnya masih “potentia” atau potensi. Orang yang banyak ide mencerminkan orang yang cerdas.

Ide bukanlah rencana

Kalau Jokowi-Basuki banyak ide, boleh-boleh saja. Ide bukanlah rencana. Ide yang belum dijabarkan masih merupakan gambaran sementara. Belum dikaji. Belum dijabarkan sebagai sebuah rencana. Belum resmi didukung SK Gubernur  DKI Jakarta maupun Perda DKI Jakarta. Plontaran sebuah ide boleh jadi sebagai upaya untuk mendapatkan masukan dari warga DKI Jakarta pada umumnya atau dari para pakar di bidangnya. Karena ide bukanlah sebuah rencana, jadi tidak perlu dipermasalahkan.

Ada dua macam ide

Secara umum ada dua macam ide, yaitu:

1.Idealisme-realistis

2.Idealisme-utopis

ad.1.Idealisme-realistis

Yaitu ide yang cemerlang dan sangat realistis untuk dilaksanakan karena dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat.

ad.2. Idealisme-utopis

Yaitu  ide yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, baik sarana-prasarana pendukungnya, pembiayaannya maupun teknis pelaksanaannya maupun mekanismenya.

Yang penting ada manajemen ide

Banyak ide tidak masalah asal didukung manajemen ide. Yaitu, menentukan skala prioritas mana yang harus didahulukan, mana yang harus ditunda dan mana yang tidak perlu direalisasikan. Dengan adanya manajemen ide maka banyak ide bukanlah masalah,  bahkan merupakan langkah maju untuk mencari terobosan-terobosan di dalam mengatasi berbagai masalah.

Ketika ide menjadi sebuah rencana

Ketika ide sudah berkembang menjadi sebuah rencana, maka perlu kajian yang sangat mendalam. Perlu perhitungan-perhitungan yang sangat matang. Harus diperhitungkan segala kelebihan dan kelemahannya. Harus menganti berbagai kemungkinan yang akan terjadi dan menyiapkan alternatif solusi apabila terjadi hal-hal yang akan terjadi.

Ketika sebuah rencana telah menjadi keputusan

Ketika sudah diputuskan, maka sebuah rencana harus dipantai tahap demi tahap. Begitu timbul masalah, maka saat itu juga harus diselesaikan. Sebuah keputusan bukanlah coba-coba. Sebuah keputusan harus sukses. Gagal ada sebabnya dan sukses ada caranya. Oleh karena itu sebuah keputusan harus terus-menerus disempurnakan.

Kesimpulan

Banyak ide merupakan manifestasi dari orang yang mempunyai kecerdasan. Ide bukanlah rencana. Ide harus dikaji secara matang. Banyak ide tidak masalah asal didukung manajemen ide yang baik, yaitu menentukan skala prioritas. Sebuah ide yang telah menjadi rencana dan diputuskan, harus disempurnakan terus-menerus. Sebuah keputusan harus dijaga jangan sampai gagal. Dengan demikian, kalau Jokowi-Basuki terlalu banyak ide, bukanlah masalah dan tidak perlu dipermasalahkan sebab ide belumlah merupakan rencana. Ide bukanlah sebuah keputusan.

Semoga bisa menambah wawasan berpikir Anda.

Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Iklan

Kategori